Arcandra dan Dwi Sutjipto Diskusi Energi di ITS

0
625

Surabaya, nawacita – Kemandirian energi dibentuk lewat tiga pilar, yakni sumber daya alam, kedaulatan energi, dan investasi asing. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, dalam talkshow dan temu alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang digelar di Grha Sepuluh Nopember, Sabtu (29/10).
Acara yang mengangkat tema Kemandirian Energi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ITS ke-56.

Arcandra mengatakan bahwa untuk membangun kemandirian bangsa dapat dimulai dengan kemandirian energi. “Indonesia perlu beralih dari pola pertumbuhan yang digerakkan oleh sumber daya serta bergantung pada modal dan tenaga kerja, menjadi pola pertumbuhan yang berbasis produktivitas tinggi serta inovasi,” tandasnya mengingatkan.

Setelah mampu membangun keamndirian energi, lanjutnya, ada tiga strategi untuk membangun kemandirian bangsa yakni bisnis proses, teknologi dan sumber daya manusia. “Sumber daya manusia tidak boleh hanya sekadar memiliki ilmu, tetapi juga harus mempunyai pengalaman dan kompetensi yang baik,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Umum PP Ikatan Alumni (IKA) ITS, Dr Ir Dwi Soetjipto MM, mengatakan bahwa acara ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para alumni. “Terutama untuk saling bertukar pikiran dalam bidang energi,” ungkap Direktur Utama Pertamina ini yg juga didaulat sebagai salah satu pembicara talkshow.

Dalam acara ini Dwi Soetjipto juga sekaligus meresmikan peluncuran aplikasi Manajemen Informasi Database Alumni (MIDA) ITS. “Aplikasi ini akan sangat berguna untuk mewujudkan jaringan yang berkualitas antara ITS dengan lebih dari 96 ribu alumninya, sehingga diharapkan sinergi dari alumni dengan alamaternya akan terus meningkat ke depannya,” paparnya.

Melalui acara yang dihadiri oleh sekitar 500 peserta ini, ITS juga berkesempatan menyerahkan naskah akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Minyak Bumi dan Gas kepada Ketua Umum IKA ITS untuk mendapatkan masukan dan aspirasi dari sudut pandang alumni.

“Selain untuk melepas kangen, temu alumni ini juga sebagai ajang diskusi untuk memberikan sebuah output yang bersifat membangun bagi Indonesia ke depannya,” ungkap Rekyor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dalam kesempatan yang sama. *rgo

LEAVE A REPLY