Astronom UB Malang sebut ada fenomena ‘Bulan Kembar’ dini hari nanti

0
913

MALANG, NAWACITA – Dini hari nanti, tepatnya Selasa (30/8) pukul 00.30 WIB akan terjadi fenomena alam ‘bulan kembar’. Seluruh dunia sedang menunggu fenomena itu, di mana jarak bumi ke planet Mars dalam posisi terdekat.

Seluruh Negeri
Nanti malam planet Mars akan sangat cerah seperti rembulan dan semua orang bisa melihatnya dengan mata telanjang. Mars akan berjarak 34,65 juta mil jauhnya dari bumi.

“Karena itu jangan lupa melihat fenomena alam ini. Selasa (29/8) pukul 00.30 malam. Karena Anda akan melihat ‘dua bulan’ di langit,” kata pengamat astronomi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rudy Yuwono, Senin (28/8).

Peristiwa ini, kata Yuwono, hanya akan terjadi lagi pada tahun 2287 nanti. Peristiwa langka itu akan kembali terjadi setiap 270 tahun.

“Orang-orang yang hidup sekarang tidak akan pernah mempunyai kesempatan lagi untuk melihat kejadian ini,” katanya.

Jarak Bumi dan Mars sangat jauh, tapi beberapa misi luar angkasa yang mengirimkan robot sampai ke Mars telah sukses.

Jarak Bumi dan Mars sekitar 40 juta mil atau sekitar 56 juta kilometer. Artinya, jarak keduanya sekitar 170 kali jarak Bumi ke Bulan. Sekarang Mars berada di posisi 34,65 juta mil.

Cuma akan sangat tergantung dengan cuaca. Kalau langitnya cerah, akan dengan mudah terlihat. Tetapi sebaliknya, kalau mendung atau berawat sulit dilihat dengan kasat mata.
Namun Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memastikan pesan tersebut merupakan kabar informasi hoax. Pesan tersebut telah beredar sejak tahun 2003 lalu, dan terus diulangi kembali di tanggal yang hampir bersamaan.

“Itu berita bohong. Berita itu sudah tersebar sejak 2003 lalu. Selalu setiap tahun tanggal 27,” ujar Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin saat dihubungi merdeka.com, Senin (29/8).

Fenomena tersebut memang pernah terjadi saat pesan berantai itu pertama kali tersebar di media sosial. Ketika itu, mars berada dekat dengan bumi dan ukurannya lebih besar dibandingkan biasanya, namun tidak sampai menyamai bulan.

“Saat itu Mars memang mengalami purnama, tapi terus ada yang memanfaatkan, purnama Mars dan bulan dianggap sama. Padahal ukuran Mars seperti titik cahaya, jauh lebih kecil dengan purnama bulan. Dan untuk skrg tidak ada purnamanya. Sudah jelang akhir bulan, sudah masuk bulan tua,” jelas Thomas. SUMBER :MERDEKA.COM

LEAVE A REPLY