DPR : Usut Aparat Terlibat Bisnis Narkoba

0
695
Fadli Zon bersama rekan-rekan jurnalis di senayan. (dok-nawacita)
Jakarta, nawacita – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta kepada para aparat penegak hukum untuk menelusuri secara mendalam dan serius serta melakukan klarifikasi yang koprehensif terkait dengan pengakuan terpidana mati Freddy Budiman kepada Kontras.
Fadli terperanjat dengan pernyataan aktivis HAM, Haris Azhar, soal pengakuan Freddy Budiman yang mengungkap adanya keterlibatan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba.
“Harus ada klarifikasi dari pihak Polri, BNN. Pihak-pihak yang terindikasikan terlibat harus diberi sanksi tegas jika terbukti terlibat. Jika tidak, sampai kapanpun narkoba tidak akan bisa diberantas,” tandas Fadli di ruang kerjanya, Senin (1/8/2016).
Menurutnya, eksekusi mati Freddy tak sekaligus menghilangkan jaringan narkoba yang ada di tanah air. Terlebih lagi jika jaringan tersebut melibatkan TNI, Polri, bahkan BNN.
“Kalau ini tidak diungkap, walau Freddy Budiman sudah dieksekusi tapi jaringannya tetap ada, hanya berpindah tangan saja,” tegas Fadli.
Dia meminta penegak hukum bisa membuktikan pengakuan Freddy, dengan itu bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap kasus bandar narkoba yang lebih besar. Ia juga meminta agar Kejaksaan Agung membeberkan alasan kepada publik, kenapa hanya empat dari 14 terpidana mati yang dieksekusi.
“Pihak Kejaksaan aneh melakukan pilihan eksekusi ini, sebenarnya ada latar belakang apa, harus ada penjelasan,” katanya. (eko,mp)
sumber : dpr.go.id

LEAVE A REPLY