Saturday, May 23, 2026

Diskusi Bersama Ketua Komisi II DPRD, Soroti Retribusi Parkir hingga Penertiban Bentor dan ELF

Diskusi Bersama Ketua Komisi II DPRD, Soroti Retribusi Parkir hingga Penertiban Bentor dan ELF

PASURUAN, Nawacita – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir menjadi fokus utama dalam diskusi bersama Ketua Komisi II DPRD, Bahrudien Akbar Wahyudi, yang melibatkan tokoh masyarakat serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam forum tersebut, Bahrudien menegaskan pentingnya pengelolaan parkir yang tertib, transparan, dan akuntabel guna mencegah kebocoran PAD. Ia menilai sektor parkir memiliki potensi besar jika dikelola secara maksimal.

“Retribusi parkir harus dimaksimalkan. Jangan sampai ada kebocoran yang merugikan daerah. Pengawasan dan sistem harus diperkuat,” tegasnya. Sabtu 23 Mei 2026.

Selain itu, penertiban kendaraan seperti bentor dan ELF juga menjadi perhatian serius. Penataan ini dinilai penting untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan publik, khususnya di area strategis seperti alun-alun.

Pemerintah melalui Dinas Perhubungan akan bertindak tegas terhadap pelanggaran di lapangan. Tidak akan ada toleransi bagi kendaraan yang masih melanggar aturan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Hermanto, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret dalam penertiban sekaligus pembenahan sistem parkir.

Baca Juga: Sempat Terkendala Kemasan, Penyaluran Bantuan Pangan se-Kota Pasuruan Dikebut Selesai Hari Ini

“Penertiban bentor dan ELF ini bagian dari komitmen kami untuk menata kota agar lebih tertib dan nyaman. Kami juga akan terus mengoptimalkan retribusi parkir sebagai bagian dari peningkatan PAD,” ujar Hermanto.

Ia juga menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan perjanjian kerja sama (PKS) dengan para juru parkir (jukir) guna menciptakan sistem yang lebih tertib dan meminimalisir potensi kebocoran.

“Ke depan, jukir akan kita perkuat melalui PKS agar lebih terdata dan terkontrol. Jika masih ada pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas tanpa toleransi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahrudien turut mengapresiasi kinerja Hermanto yang dinilai telah menunjukkan langkah nyata dalam pembenahan sektor transportasi dan parkir di Kota Pasuruan.

“Langkah yang dilakukan sudah baik, mulai dari penataan parkir, peningkatan PAD, hingga penertiban di lapangan. Ini patut diapresiasi dan perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan dukungannya terhadap langkah Dishub, namun juga berharap kebijakan tersebut tidak hanya bersifat sementara.

Masyarakat berharap ketegasan Dishub ini menjadi komitmen jangka panjang, bukan sekadar gebrakan sesaat yang kemudian menghilang.

Dengan adanya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan retribusi parkir di Kota Pasuruan semakin optimal, sekaligus menciptakan tata kota yang lebih tertib, nyaman, dan bebas dari pelanggaran.

Penulis : Rahmat

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru