Jokowi Isyaratkan Ahok Maju Lewat Parpol

0
552

JAKARTA, Nawacita – Keinginan Petahana Jakarta di pilgub 2017 Basuki T Purnama untuk maju lagi melalui jalur Independen, ternyata tidak dikehendaki oleh Presiden Jokowi. Meski Ahok sapaan akrab Basuki T Purnama beberapa kali menyatakan sudah berkomunikasi dengan Presdien Jokowi tentang rencana dirinya bersama teman Ahok akan maju lagi melalui jalur Independen. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata sudah mengisyaratkan agar Ahok tidak maju di pilkada DKI Jakarta melalui jalur perseorangan, tetapi menjadi calon dari partai politik.
Hal itu diungkapkan politikus PDIP, Adian Napitupulu. Melalui pesan singkat, Selasa (14/6), anggota Komisi VII DPR RI itu mengisahkan pengalamannya ketika mendampingi Jokowi melihat pameran foto Relawan Pilpres 2014 di Atrium, Jakarta Pusat pada 1 Mei 2016.
Adian sambil melihat foto juga membisikkan beberapa hal ke sang presiden. Antara lain tentang BUMN yang masih didominasi orang-orang lama, serta hubungan DPR dengan mitra kerja dari pemerintah yang kurang harmonis.
Tapi, tiba-tiba Jokowi balik bertanya ke Adian dan Ketua Umum Bara JP, Sihol Manulang. Pertanyaannya pun di luar dugaan Adian maupun Sihol.”Bagaimana Ahok menurut kamu?” kata Adian menirukan pertanyaan Jokowi.
Saat itu Sihol menyodorkan jawaban bahwa Ahok sebagai figur yang sombong. Sedangkan Adian memilih memberi jawaban bahwa soal Ahok tergantung keinginan Jokowi dan PDIP.
Ternyata Adian kembali terkejut dengan pernyataan lanjutan dari Jokowi. “Iya. Ahok susah dibilangin, sudah saya katakan berkali kali, bagaimana ya?,” tutur Adian mengutip pernyataan Jokowi.
Menurut Adian, ada beberapa pernyataan lanjutan dari Jokowi yang intinya menunjukkan keinginannya agar Ahok tidak maju dari jalur perseorangan karena Jakarta berbeda dengan provinsi lainnya. Sebab, Jakarta merupakan ibu kota negara yang harus dibangun bersama-sama dengan kekuatan besar.
Adian pun menimpali pernyataan Jokowi bahwa Ahok bisa bisa memenangkan pilkada. Namun, kata Adian, membangun Jakarta juga butuh dukungan DPRD.
“Dan DPRD bukan perwakilan relawan, tapi wakil rakyat melalui partai dan untuk itu Ahok butuh kerendahan hati,” ucap Adian. “Apa perlu saya yang bicara ke Ahok, Pak?” sambung Adian.
Jokowi pun mengamininya. “Iya, iya. harus bicara sama Ahok,” kata Adian menirukan Jokowi.
Ternyata Jokowi mengulangi pesannya lagi ke Adian saat mantan wali kota Surakarta itu hendak memasuki mobil untuk meninggalkan arena pameran. “Kamu bicara sama Ahok, ya,” kata Jokowi seperti ditirukan Adian.
Dan baru pada 7 Juni 2016 Adian menelepon Ahok. sekitar jam 21.00. “Saya telepon Ahok dan menyampaikan semua yang disampaikan Presiden,” katanya.
Adian menegaskan, ceritanya itu bisa dipertanggungjawabkan dan bukan didasari motivasi buruk. “Rakyat perlu tahu bahwa benar Presiden Jokowi menyayangi Ahok. Tapi Presiden Jokowi jauh lebih menyayangi rakyat Jakarta,” tuturnya. (Arbil)

LEAVE A REPLY