20 Bos Narkoba Hargai Rp289 M Buat Nyawa Presiden Filipina

0
542

MANILA,nawacita – Para bos kriminal dan bandar narkoba terkejam di Filipina mengumpulkan kekayaan mereka untuk menaikkan jumlah uang hadiah atas nyawa presiden terpilih Filpina Rodrigo Duterte dan calon kepala polisinya Ronald Dela Rosa serta beberapa pejabat pemerintahan lainnya.

Menurut laporan yang dilansir Inquirer, Rabu, (15/6/2016), sekira 20 orang bos kriminal yang sebagian besar bandar narkoba yang kini mendekam di dalam penjara New Bilibid Prison (NBP) berkontribusi mendanai uang hadiah yang jumlahnya mencapai PhP1 miliar atau sekira Rp289 miliar.

Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan yang dilaporkan sebelumnya yang menyebutkan hadiah untuk nyawa Duterte dan Dela Rosa berjumlah PhP50 juta.

“Bukan hanya satu orang yang akan membayar, tapi juga orang-orang dari organisasi lainnya,” kata seorang sumber yang memiliki informasi mengenai perdagangan obat-obatan terlarang. ‘

“Mungkin ada sekira 20 orang pemain utama,” tambah sumber yang tidak disebutkan namanya kepada Inquirer. Menurut sumber itu, setiap orang berjanji akan memberikan PhP50 juta sehingga jumlah total hadiah mencapai PhP1 miliar.

Hadiah terhadap nyawa Duterte dan Dela Rosa itu diumumkan oleh para bos narkoba setelah mantan Wali Kota Davao itu menyatakan perang berdarah dengan para bandar narkotika.

Duterte menawarkan hadiah sebesar PhP5 juta untuk setiap bandar atau pengedar narkoba yang dibunuh. Dia juga menawarkan PhP3 juta jika mereka ditangkap hidup-hidup dan PhP50 ribu untuk penangkapan para pengedar kecil-kecilan.

Bukan hanya Duterte dan dela Rosa yang berada dalam daftar pembunuhan para gembong narkoba dan bos kriminal tersebut. Senator Leila de Lima dan Kepala Biro Pemasyarakatan Ricardo Rainier Cruz III juga masuk dalam daftar tersebut.

Senator Leila dianggap berperan membongkar perlakuan istimewa yang diterima para bos kriminal besar di penjara NBP dimana 19 dari 20 orang penyumbang dana pembunuhan Duterte ditahan. Sedangkan Cruz merupakan orang yang berperan menghilangkan semua fasilitas istimewa yang mereka terima serta orang bertanggung jawab atas serangkaian penggerebekan dan penyitaan barang terlarang milik para tahanan.
sumber: okezone

LEAVE A REPLY