Thursday, May 21, 2026

Kasus Kriminal Meningkat, Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Turis Asing

Kasus Kriminal Meningkat, Thailand Perpendek Masa Bebas Visa Turis Asing

Bangkok, Nawacita | Thailand akan memangkas masa tinggal bebas visa bagi wisatawan dari lebih dari 90 negara. Kebijakan itu diambil Pemerintah Thailand untuk menekan meningkatnya kasus kriminal yang melibatkan warga negara asing.

Pariwisata masih menjadi sektor penting bagi ekonomi Thailand. Namun, jumlah wisatawan mancanegara hingga kini belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi Covid-19.

Belakangan, aparat Thailand menangani sejumlah kasus yang melibatkan turis asing, mulai dari narkoba, perdagangan seks, hingga pengoperasian bisnis ilegal seperti hotel dan sekolah tanpa izin.

Melansir The Guardian, Kamis (21/5/2026) terkini, wisatawan dari lebih dari 90 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, kawasan Schengen Eropa, dan Australia, bisa tinggal di Thailand hingga 60 hari tanpa visa.

Kabinet Thailand pada Selasa menyetujui rencana pengurangan masa tinggal tersebut. Menteri Pariwisata Thailand, Surasak Phancharoenworakul, mengatakan kebijakan baru nantinya diterapkan berbeda untuk tiap negara.

Baca Juga: Hantavirus Jadi Sorotan, Thailand Ambil Langkah Karantina 42 Hari

“Sebagian besar warga asing kemungkinan hanya mendapat izin tinggal hingga 30 hari, sementara beberapa negara lainnya mungkin hanya 15 hari,” kata Surasak.

Pemerintah Thailand tetap membuka peluang perpanjangan masa tinggal satu kali melalui kantor imigrasi. Namun, keputusan akhir akan berada di tangan petugas imigrasi.

Juru bicara Pemerintah Thailand menjelaskan bahwa wisatawan masih punya izin tinggal selama 60 hari. Tapi setelah itu perpanjangannya diputuskan oleh pemangku otoritas.

“Selama ini 60 hari diberikan otomatis, tetapi untuk perpanjangan akan diputuskan oleh petugas dan wisatawan harus menjelaskan alasan mereka tinggal lebih lama,” ujar juru bicara pemerintah.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memberantas kejahatan lintas negara. Menurutnya, Pemerintah Thailand tidak menargetkan negara tertentu, melainkan individu yang memanfaatkan fasilitas bebas visa untuk melakukan pelanggaran hukum.

Baca Juga: Imbas Perang di Timur Tengah, Harga BBM di Thailand Naik Rp 3.000 per Liter

“Wisatawan memang memberi manfaat bagi ekonomi, tetapi skema yang berlaku saat ini juga dimanfaatkan sebagian orang untuk kepentingan yang tidak semestinya,” lanjut juru bicara Pemerintah Thailand itu.

Thailand juga telah membatasi masa bebas visa hanya 30 hari. Aturan itu diperpanjang menjadi 60 hari pada Juli 2024 untuk mendorong sektor pariwisata dan pemulihan ekonomi.

Pariwisata menyumbang lebih dari 10% terhadap produk domestik bruto (PDB) Thailand. Meski begitu, jumlah wisatawan asing masih belum kembali ke angka sebelum pandemi.

Data Pemerintah Thailand menunjukkan jumlah wisatawan asing pada kuartal pertama tahun ini turun sekitar 3,4% dibanding periode yang sama tahun 2025. Kunjungan wisatawan asal Timur Tengah bahkan turun hampir sepertiga.

Pemerintah Thailand juga menargetkan sekitar 33,5 juta wisatawan mancanegara datang tahun ini, naik tipis dibanding hampir 33 juta wisatawan pada tahun lalu. dtk

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru