Thursday, May 21, 2026

Rp13,9 Miliar BLT DBHCHT Cair, Hampir 16 Ribu Buruh Rokok Bojonegoro Terima Bantuan

Rp13,9 Miliar BLT DBHCHT Cair, Hampir 16 Ribu Buruh Rokok Bojonegoro Terima Bantuan

Bojonegoro, Nawacita – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) Tahun 2026 dengan total anggaran mencapai Rp13,975 miliar. Bantuan tersebut menyasar 15.972 buruh pabrik rokok, baik yang bekerja di perusahaan dalam wilayah Bojonegoro maupun di kabupaten tetangga.

Setiap buruh menerima bantuan sebesar Rp875 ribu. Penyaluran simbolis dilakukan di Aula Lantai 2 Gedung Brotoseno PT Kareb Alam Sejahtera, Kecamatan Dander, Rabu (20/5/2026), setelah sebelumnya juga digelar di PT Gelora Djaja Kecamatan Baureno pada 13 Mei lalu.

Data Pemkab Bojonegoro mencatat terdapat 42 perusahaan rokok di Bojonegoro serta enam perusahaan di luar daerah yang mempekerjakan warga Bojonegoro dan masuk dalam sasaran penerima bantuan. Program ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau untuk perlindungan sosial pekerja sektor industri hasil tembakau.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa besaran bantuan tahun ini menyesuaikan kemampuan anggaran daerah yang bersumber dari transfer DBH migas. Meski nominal bantuan berbeda dibanding tahun sebelumnya, ia menegaskan bahwa tidak semua daerah memperoleh program serupa.

“Tidak semua kabupaten mendapatkan bantuan ini, sehingga penggunaan anggaran harus benar-benar diprioritaskan,” ujarnya saat penyaluran BLT.

Sementara itu, Kepala Divisi Produksi PT Kareb Alam Sejahtera Sutrisno menyebut sebanyak 2.804 karyawan di perusahaannya menerima BLT DBHCHT tahun ini. Pihak perusahaan berharap bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan para pekerja.

“Seluruh karyawan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo menambahkan, penyaluran BLT dilakukan dengan prinsip akuntabel dan transparan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya buruh pabrik rokok yang menjadi tulang punggung industri tembakau di daerah.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru