Friday, May 15, 2026

Modal Besar Tarik Wisatawan China ke Jakarta, Pramono Anung Gelontor 2,1 Miliar

Setujukah Anda dengan Biaya Promosi Jakarta – China Pakai Uang Rakyat 2,1 Miliar

Jakarta, Nawacita – Gubernur Pramono Anung menyiapkan strategi promosi wisata Jakarta ke pasar internasional, khususnya Tiongkok. Melalui kampanye media sosial dan platform digital. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,154 miliar dengan jadwal pelaksanaan mulai Mei hingga November 2026.

Program ini terbagi dalam tiga produk utama. Pertama, promosi melalui platform media sosial yang menargetkan 1,75 juta impresi di Tiongkok dan 5 juta impresi di Indonesia. Format konten berupa video pendek berdurasi minimal tiga detik yang akan ditayangkan di dua platform berbeda.

Kedua, promosi melalui Online Travel Agent (OTA) seperti Agoda.com dan Booking.com, dengan target lebih dari 2,1 juta impresi. Iklan akan ditampilkan dalam format display dan native ads di halaman pencarian kedua situs tersebut.

Ketiga, pembuatan video promosi pariwisata Jakarta berdurasi 150 detik, dengan versi potongan 15 dan 30 detik. Video akan diproduksi dalam format multi-rasio (16:9, 9:16, 1:1) dan resolusi HDTV/4K, melibatkan talent profesional serta sarana produksi lengkap.

Baca Juga : KKP Siapkan Anggaran Rp5,3 Miliar Produksi Video Dokumenter Tahun 2026

Menurut informasi, strategi ini bertujuan memperluas jangkauan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta, sekaligus memperkuat citra ibu kota sebagai destinasi global. Targetnya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga membangun kerja sama ekonomi kreatif lintas negara.

Pelaksanaan program ini akan berlangsung mulai 15 Mei 2026 dengan masa tayang iklan hingga akhir November 2026. Seluruh tahapan dilakukan secara transparan melalui mekanisme kompetisi jasa periklanan, dengan syarat penyedia berasal dari kategori UMK (Usaha Mikro dan Kecil) serta wajib melampirkan dukungan resmi dari media owner.

Dengan strategi digital ini, Pemprov DKI berharap Jakarta semakin dikenal sebagai kota dengan daya tarik wisata urban, budaya, kuliner, dan hiburan yang mampu bersaing di pasar internasional. Tapi apakah harus semahal itu hanya untuk promosi? kita tunggu jawaban dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. bdo

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru