Rumah Tetap Panas Meski AC Menyala, Ini 5 Penyebabnya
Jakarta, Nawacita | Memasang AC sering jadi solusi andalan untuk mengatasi hawa panas di dalam rumah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan ruangan tetap terasa gerah meski AC sudah menyala sepanjang hari.
Kondisi tersebut ternyata tidak selalu disebabkan oleh AC yang rusak. Ada sejumlah faktor lain yang membuat suhu ruangan tetap panas walau pendingin udara bekerja.
Dikutip dari Hunker, berikut beberapa penyebab rumah masih terasa panas meski sudah menggunakan AC:
1. Salah Memilih Ukuran AC
Masih banyak orang memasang AC tanpa memperhitungkan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan. Padahal, pemilihan PK AC sangat memengaruhi performa pendinginan.
PK atau Paard Kracht merupakan istilah untuk menunjukkan kapasitas tenaga AC. Jika ukuran AC terlalu kecil untuk ruangan yang besar, pendinginan jadi tidak maksimal.
Selain itu, AC dengan kapasitas yang tidak sesuai juga membuat kelembapan udara sulit berkurang. Akibatnya, ruangan terasa lembap dan penghuni tetap berkeringat meski AC menyala.
Baca Juga: Kamar Lembab dan Pengharum Ruangan Bisa Picu Pneumonia? Ini Penjelasan Medisnya
2. Sirkulasi Udara Tidak Lancar
Kurangnya sirkulasi udara juga menjadi penyebab rumah terasa panas. Udara panas dan lembap yang tidak keluar dari ruangan membuat suhu rumah tetap gerah. Untuk membantu sirkulasi udara, penghuni rumah bisa memasang exhaust fan atau kipas ventilasi, terutama di area dapur dan kamar mandi. Alat tersebut membantu mengeluarkan udara panas dan kelembapan dari dalam rumah.
3. Jendela Tidak Dipasang Tirai
Ruangan dengan banyak jendela cenderung lebih sulit didinginkan, apalagi jika tidak dilengkapi tirai atau gorden. Sinar matahari yang masuk langsung melalui kaca dapat meningkatkan suhu ruangan dengan cepat.
Akibatnya, AC harus bekerja lebih keras untuk menjaga udara tetap sejuk. Bahkan saat suhu AC sudah disetel rendah, ruangan tetap bisa terasa panas.
Untuk mengatasinya, penghuni rumah disarankan memasang tirai tebal atau gorden anti panas agar sinar matahari tidak langsung masuk. Menanam pohon peneduh di sekitar rumah juga bisa membantu mengurangi panas berlebih.
Baca Juga: Manfaat Penggunaan Diffuser di Dalam Ruangan
4. AC Jarang Dibersihkan
AC yang jarang dirawat juga bisa membuat performanya menurun. Filter yang kotor akan menghambat aliran udara sehingga pendinginan jadi kurang maksimal. Karena itu, AC perlu dibersihkan secara rutin, termasuk bagian filter dan evaporator. Perawatan berkala juga membantu menjaga efisiensi listrik sekaligus memperpanjang usia AC.
5. Ventilasi Rumah Kurang Baik
Ventilasi yang buruk bisa membuat udara panas terjebak di dalam rumah. Kondisi ini sering terjadi pada rumah bertingkat, terutama di area lantai atas.
Udara panas secara alami akan naik ke atas, sementara udara dingin berada di bawah. Jika ventilasi loteng atau sirkulasi udara tidak memadai, panas akan terus tertahan di dalam rumah. Akibatnya, AC membutuhkan waktu lebih lama untuk mendinginkan ruangan dan konsumsi listrik pun bisa meningkat.
Itulah beberapa penyebab rumah tetap terasa panas meski sudah menggunakan AC. Jadi, sebelum buru-buru mengganti AC baru, coba cek dulu kondisi rumah dan sistem sirkulasi udaranya. dtk

