Wednesday, May 6, 2026

Meski Efisiensi, Komisi B DPRD Bojonegoro Dorong Pembangunan 4 Puskesmas

Meski Efisiensi, Komisi B DPRD Bojonegoro Dorong Pembangunan 4 Puskesmas

BOJONEGORO, Nawacita – Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mendorong 4 puskesmas di Kabupaten Bojonegoro untuk segera dibangun meskipun saat ini sedang gencar-gencarnya efisiensi.

Hal itu disampaikan Lasuri saat memimpin Rapat Kerja Komisi B dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bojonegoro, Selasa (5/5/2026) di Ruang Banggar.

Menurutnya, pembangunan fisik puskesmas di 4 kecamatan, yakni Kanor, Dander, dan Ngambon yang tanahnya TKD, serta di Kedewan, penting dan perlu dilakukan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Meskipun Efisiensi dan pengurangan APBD tahun 2026, kata Lasuri, namun pelayan kesehatan ini penting. Sehingga nanti bisa disampaikan pada Perubahan APBD 2026. Misal waktunya tidak cukup, paling cepat tahun 2027. Saat ini masih penyusunan RKPD.

Baca Juga: Maksimalkan Pengelolaan BLUD, Komisi B DPRD Bojonegoro Minta Puskesmas Tingkatkan Kualitas Layanan

“Empat titik puskesmas harus ditindaklanjuti, kami akan memberikan rekomendasi kepada eksekutif untuk dilakukan pembangunan,” ujar Lasuri.

Untuk itu, Komisi B akan mengagendakan untuk kunjungan ke 4 lokasi puskesmas tersebut, untuk memastikan lokasi dan melengkapi dokumen, serta bukti layak untuk dilakukan pembangunan.

Selain tentang 4 puskesmas yang perlu dibangun, dalam rapat tersebut Komisi B juga ingin mendengar keluh kesah serta update kondisi puskesmas yang ada di ujung perbatasan, seperti Sekar, Margomulyo, dan Kedewan.

Kepala Puskesmas Sekar, Sukir menyampaikan bahwa indeks kepuasan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di wilayahnya 99 persen puas. Meski demikian masih tetap ada masukan dan evaluasi. “Sedangkan untuk pembangunan, terkendala lahan milik Perhutani. Sehingga renovasi yang bisa dilakukan hanya tambal sulam dan pergantian atap, tidak bisa dikembangkan lagi,” kata Sukir.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Margomulyo, Riyanto Prasetyo mengaku kendala yang dihadapi adalah tenaga analis laboratorium yang sudah pindah di Madiun, sampai saat ini belum ada pengganti. Sehingga masyarakat terkendala untuk mendapatkan hasil laboratorium medis.

“Untuk jenis penyakit saat ini yang banyak dikeluhkan pasien adalah infeksi saluran pernafasan. Faktornya perubahan musim, serta mobilitas warga rata-rata keluar dari Kecamatan Margomulyo. Seperti sekolah, dan bekerja ada yang di Kabupaten Ngawi,” tutur Prasetyo.

Sedangkan di Puskesmas Kedewan, Kepala Puskesmas Niken Puri Megandari menyampaikan pelayanan di sana lancar tanpa kendala dan sudah terpenuhi. Hanya saja bangunannya terlalu kecil, sehingga antar poli saling berdekatan. “Untuk pembangunannya, calon tanah sudah ada. Namun terkendala efisiensi,” ungkapnya.

Sekretaris Dinkes, Dwi Setyorini memastikan tenaga admin dan nakes di setiap puskesmas sesuai dengan standar. Sedangkan untuk tenaga ahli laboratorium di Margomulyo juga sudah diajukan. “Tapi sampai saat ini belum terealisasikan,” ujar Dwi.

Reporter: Parto Sasmito

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru