Makkah, Nawacita – Dukungan terhadap Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus bertambah. Jelang Muktamar Ke-35 NU tanggal 1-5 Agustus 2026 ini, ulama se Indonesia terus melakukan konsolidasi mencari pemimpin terbaik.
Nama Gus Irfan yang saat ini menjabat Menteri Haji dan Umrah mulai banyak diperbincangkan di kalangan nahdliyin sebagai salah satu figur potensial untuk memimpin PBNU pada periode mendatang.
Gelombang dukungan terbaru datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Zainul Ibad As’ad atau Gus Ulib. Ia menilai Gus Irfan memiliki kapasitas, integritas, serta diterima banyak kalangan sehingga layak memimpin PBNU.
“Pertama, beliau tidak terlibat konflik dengan kepengurusan yang lalu. Kedua, kapabilitas dan integritas ke-NU-annya tidak diragukan lagi karena beliau keturunan langsung Mbah Hasyim Asy’ari,” ujar Gus Ulib, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, Gus Irfan juga memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas komunitas dan diterima di berbagai kalangan, baik di internal NU maupun di ruang sosial-politik nasional.
“Beliau punya kedudukan sosial dalam berpolitik, berhubungan dengan banyak komunitas, dan orangnya humble,” katanya.
Gus Ulib menilai sosok Ketua Umum PBNU ke depan harus mampu menjadi perekat organisasi di tengah dinamika internal serta tantangan eksternal yang semakin kompleks.
“Kalau diberi kepercayaan, insyaAllah beliau punya kelebihan dibanding yang ada saat ini,” tegasnya.
Dukungan terhadap Gus Irfan sendiri terus menguat dalam sejumlah forum internal NU. Sejumlah pengurus wilayah, kiai pesantren, hingga kader muda NU mulai menyuarakan harapan agar Gus Irfan mengambil peran strategis dalam kepemimpinan PBNU ke depan.
Banyak pihak menilai Gus Irfan memiliki kombinasi antara pengalaman organisasi, kedekatan dengan pesantren, serta kemampuan menjaga komunikasi lintas generasi di tubuh NU.
Selain dianggap memahami kultur nahdliyin, ia juga dinilai mampu menjaga tradisi moderasi dan memperkuat peran NU dalam menjawab tantangan sosial maupun kebangsaan di era modern.
Meski dukungan terus bermunculan, hingga saat ini Gus Irfan belum memberikan pernyataan resmi terkait peluang maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.
Muktamar Ke-35 NU sendiri dipandang menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk menjaga soliditas warga nahdliyin, memperkuat peran sosial-keagamaan, serta menjawab tantangan kebangsaan yang terus berkembang. bdo

