Wednesday, April 15, 2026

Kebijakan Berbeda, Jatim Nilai WFH Jumat Kurang Tepat Sasaran

Kebijakan Berbeda, Jatim Nilai WFH Jumat Kurang Tepat Sasaran

Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memilih tetap mempertahankan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Rabu. Keputusan ini diambil meski pemerintah pusat menetapkan skema WFH pada hari Jumat.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menilai penerapan WFH pada Jumat berpotensi tidak efektif karena beririsan dengan akhir pekan panjang (long weekend). Kondisi tersebut dinilai justru memindahkan konsumsi energi dari kantor ke rumah, tanpa memberi dampak signifikan terhadap efisiensi.

“Kalau Jumat, tidak ada bedanya dengan long weekend. Penghematan energi justru tidak terasa, hanya berpindah dari kantor ke rumah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Sebaliknya, WFH di hari Rabu dinilai memberi jeda yang lebih proporsional dalam ritme kerja mingguan. Aktivitas pemerintahan tetap berjalan optimal hingga akhir pekan, tanpa kehilangan momentum pelayanan publik.

Baca Juga: Kejar Target Nasional, Pendidikan Jatim Dihadapkan pada Tantangan Implementasi

Di sisi lain, Pemprov Jatim juga mengklaim mendorong perubahan perilaku ASN dalam penggunaan energi dan transportasi. Mulai dari pemanfaatan transportasi umum, kendaraan listrik, hingga pembatasan mobilitas dinas dan rombongan kegiatan.

Adhy mengakui, kebijakan WFH Rabu merupakan inisiatif daerah yang lahir dari evaluasi internal. Sementara itu, efektivitasnya masih akan terus dikaji seiring pelaksanaan di lapangan.

“Ini masih kita lihat. Tapi sejauh ini, aktivitas tetap berjalan dengan dukungan rapat daring, dan operasional bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Reporter: Alus

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru