Desa Jono Temayang Diproyeksikan Jadi Desa Wisata Budaya Bojonegoro
Bojonegoro, Nawacita – Semangat pelestarian budaya lokal terus digaungkan di Desa Jono, Kecamatan Temayang. Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mendorong desa tersebut berkembang menjadi desa wisata budaya melalui penguatan tradisi dan kebersamaan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan sedekah bumi sekaligus sosialisasi pengembangan desa wisata di Desa Jono, Jumat (29/5/2026). Kedatangan Wakil Bupati bersama rombongan pun disambut antusias warga dengan arak-arakan kendaraan tradisional delman menuju lokasi acara.
Dalam suasana penuh kebersamaan, Nurul Azizah mengajak masyarakat untuk terus nguri-uri budaya, menjaga kekompakan warga, serta melestarikan tradisi lokal sebagai modal penting membangun desa wisata berbasis budaya.
Menurutnya, tradisi sedekah bumi yang masih terjaga hingga kini menjadi kekuatan besar bagi Desa Jono untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas desa.
“Tradisi seperti sedekah bumi ini menjadi kekuatan budaya yang luar biasa. Jika dijaga bersama dan dikembangkan dengan kekompakan warga, maka Desa Jono memiliki potensi besar menjadi desa wisata budaya yang membanggakan,” ujar Nurul Azizah.
Ia juga menekankan pentingnya gotong royong, kebersihan lingkungan, dan pelestarian tradisi turun-temurun sebagai syarat utama pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, anggota DPRD, kepala OPD, hingga perwakilan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro Elzadeba Agustina mengungkapkan bahwa Desa Jono telah diusulkan menjadi desa wisata budaya melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pengembangan desa wisata itu mengusung tema “Selaras Jono” atau Sentra Edukasi Langgam Budaya dan Ragam Seni Desa Jono yang diharapkan mampu mengangkat potensi seni budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, Desa Jono dapat berkembang menjadi desa wisata budaya yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain sosialisasi pengembangan wisata budaya, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai layanan cek kesehatan gratis dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ninik Susmiati menjelaskan, program tersebut menyediakan hingga 20 jenis pemeriksaan kesehatan gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat setiap tahun.
Ia berharap warga memanfaatkan layanan tersebut untuk menjaga kesehatan agar tetap produktif dalam mendukung aktivitas pertanian maupun pembangunan desa.
“Kalau badan sehat, aktivitas berjalan lancar. Karena itu, manfaatkan program cek kesehatan gratis agar seluruh warga tetap sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati kembali mengajak masyarakat menjaga kerukunan, kesehatan, dan semangat gotong royong demi kemajuan Desa Jono ke depan.
Reporter: Parto Sasmito

