20 Pohon Pule Ditanam di Makam Kanjeng Soemantri, Dinsos Bojonegoro Perkuat Kelestarian Wisata Religi
Bojonegoro, Nawacita – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat daya tarik wisata religi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, sebanyak 20 pohon pule ditanam di kawasan Kompleks Pesarean Kanjeng Soemantri (R.A.A Kusumo Adinegoro).
Kegiatan penghijauan ini melibatkan petugas serta masyarakat setempat yang bersama-sama melakukan penanaman pohon di area makam tokoh penting Bojonegoro tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga situs bersejarah agar tetap asri, teduh, dan nyaman bagi para peziarah.
Pohon pule dipilih karena dikenal memiliki nilai filosofis yang kuat serta mampu menciptakan suasana sejuk dan rindang. Kehadirannya diharapkan dapat mempercantik kawasan wisata religi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan di sekitar kompleks pesarean.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menegaskan bahwa makam tokoh daerah merupakan aset budaya yang memiliki nilai sejarah penting dan perlu dijaga keberlangsungannya. Menurutnya, penghijauan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap warisan budaya sekaligus lingkungan hidup.
“Melalui penanaman pohon pule ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian situs bersejarah. Menghormati para leluhur tidak hanya dilakukan melalui doa, tetapi juga dengan merawat lingkungan di sekitarnya agar tetap bersih, hijau, dan nyaman,” ujarnya.
Selain menciptakan kawasan yang lebih teduh, program penghijauan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong dalam melestarikan situs budaya di Kabupaten Bojonegoro.
Dengan tambahan 20 pohon pule, kawasan wisata religi Kompleks Pesarean Kanjeng Soemantri diharapkan semakin menjadi destinasi yang nyaman, indah, dan lestari bagi masyarakat maupun para peziarah yang datang dari berbagai daerah.
Reporter: Parto Sasmito

