Mensos Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat di Pasuruan Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Mensos Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat di Pasuruan Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pasuruan, Nawacita — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar fasilitas pendidikan alternatif, melainkan bagian dari strategi negara untuk memutus rantai kemiskinan, saat meninjau langsung kegiatan open house tahun ajaran 2026/2027 di Kota Pasuruan, Jumat (17/7).

Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat, Gus Ipul menyoroti pendekatan berbeda yang digunakan dalam program ini. Tidak ada sistem pendaftaran seperti sekolah pada umumnya. Negara justru “menjemput bola” dengan mendatangi langsung keluarga yang dinilai membutuhkan.

“Tidak ada pendaftaran di Sekolah Rakyat. Yang ada adalah penjangkauan. Pendamping sosial bersama pemerintah daerah yang mencari dan memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera bisa masuk,” kata Gus Ipul.

Pendekatan ini berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan sasaran program. Skema tersebut dirancang untuk menutup celah ketimpangan akses pendidikan yang selama ini kerap terhambat persoalan administrasi maupun ekonomi.

Baca Juga: Mantap! Dinas Pendidikan Pasuruan Gelar Bimtek Aplikasi RUDAL SIDAYA Bareng Seniman

Namun, Sekolah Rakyat tidak berhenti pada aspek pendidikan anak. Pemerintah, kata Gus Ipul, juga menyasar kondisi ekonomi keluarga secara menyeluruh.

“Kalau anaknya kita didik, orang tuanya juga harus kita dorong naik secara ekonomi. Jadi ketika anak lulus, keluarganya sudah lebih mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial,” ujarnya.

Di lokasi kegiatan, siswa-siswi menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari pembacaan puisi hingga pidato dalam bahasa asing. Namun di balik itu, pemerintah menekankan bahwa kualitas lingkungan pendidikan menjadi perhatian utama.

Gus Ipul secara khusus menggarisbawahi tiga larangan keras di lingkungan Sekolah Rakyat: perundungan, kekerasan, serta intoleransi. Ia memastikan sanksi tegas akan diberlakukan jika terjadi pelanggaran.

Baca Juga: DPRD Kota Pasuruan Soroti LKPJ APBD 2025: Serapan Anggaran, Infrastruktur, hingga Regulasi CSR Jadi Catatan

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menilai program ini membuka peluang baru bagi anak-anak dari keluarga yang selama ini berada di pinggiran akses pendidikan.

“Ini bukan hanya soal sekolah baru, tetapi bagaimana negara hadir untuk mereka yang sebelumnya sulit menjangkau pendidikan yang layak,” kata Adi.

Pemerintah Kota Pasuruan, lanjutnya, akan mengawal keberlanjutan program tersebut agar tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sekolah Rakyat menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam mempercepat penanganan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan pendekatan berbasis data dan intervensi langsung ke keluarga, pemerintah berharap model ini mampu memutus kemiskinan yang selama ini berlangsung lintas generasi.

Penulis : Rahmat

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru