BI Jatim Optimistis JCFF 2026 Dongkrak UMKM dan Ekonomi Daerah
Surabaya, Nawacita.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur resmi membuka gelaran Java Coffee & Flavours Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya, Jumat malam, (18/07/2026). Festival yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi wadah untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Jawa seperti kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah agar mampu menembus pasar internasional.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya JCFF 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Di tengah dinamika ekonomi dunia, mulai dari konflik geopolitik, ketidakpastian harga energi dan komoditas, hingga kondisi ekonomi global yang belum stabil, ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,61 persen. Sementara itu, wilayah Jawa tumbuh 5,79 persen dan Jawa Timur mencapai 5,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Baca Juga : Bank Indonesia Naikkan BI Rate Menjadi 5,75 Persen
“Alhamdulillah, Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Ini menunjukkan sektor riil, termasuk komoditas unggulan daerah, memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian,” katanya.
Bank Indonesia menilai kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah merupakan komoditas strategis dengan potensi besar untuk dikembangkan. Indonesia saat ini merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Produksi kopi nasional mencapai sekitar 780 ribu ton per tahun. Jawa Timur menjadi salah satu sentra produksi terbesar di Pulau Jawa dengan produksi sekitar 53 ribu ton, jauh di atas Jawa Barat dan Jawa Tengah yang masing-masing berkisar 25 ribu ton.
“Potensi ini harus terus didorong agar tidak hanya menjadi komoditas unggulan nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.
Baca Juga : Polri dan Bank Indonesia Musnahkan Ratusan Ribu Lembar Uang Palsu
Melalui JCFF 2026, Bank Indonesia menghadirkan puluhan UMKM binaan dari seluruh kantor perwakilan BI di Pulau Jawa. Tercatat terdapat 41 UMKM kopi binaan BI, selain pelaku usaha teh, cokelat, rempah-rempah, serta berbagai produk olahan lainnya.
Festival tahun ini mengusung tema “From Local Taste to Global Horizon”, yang menggambarkan semangat membawa cita rasa lokal menuju pasar dunia melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, dan perluasan pemasaran.
Selain promosi produk unggulan, JCFF 2026 juga menjadi ajang penerapan transaksi digital. Seluruh transaksi di area festival dilakukan secara non-tunai menggunakan QRIS dan metode pembayaran digital lainnya.
“Kami ingin inovasi digital menjadi bagian dari pengembangan UMKM. Pengunjung dapat bertransaksi dengan mudah menggunakan QRIS tanpa uang tunai,” tambahnya.
Bank Indonesia berharap penyelenggaraan JCFF tahun ini mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, festival ini berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp107 miliar.
Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas, produktivitas, inovasi, serta akses pasar komoditas unggulan Indonesia.
“Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami berharap kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah Indonesia semakin dikenal dunia serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional maupun Jawa Timur,” pungkasnya.
Wali Kota Surabaya Apresiasi JCFF 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turut mengapresiasi penyelenggaraan JCFF 2026 yang digelar di kawasan Balai Pemuda. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan Nusantara, tetapi juga mempertemukan pelaku UMKM, investor, akademisi, hingga komunitas.
“Penyelenggaraan Java Coffee & Flavours Festival (JCFF) 2026 sekarang digelar di Balai Pemuda. Insya Allah pengunjung tahun ini akan jauh lebih banyak, apalagi pada hari Sabtu nanti,” ujar Eri.
Ia menilai Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki potensi besar di sektor kopi, serta produk unggulan lainnya seperti teh dan cokelat yang menjadi kekayaan hasil bumi Indonesia.
Menurutnya, keberadaan festival seperti JCFF sangat penting karena tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis.
“Acara seperti ini bukan hanya menampilkan produk, tetapi juga mempertemukan investor dengan pelaku UMKM, akademisi, dan komunitas. Dari sinilah kerja sama dan investasi bisa langsung terjalin,” katanya.
Eri juga mengapresiasi Bank Indonesia yang konsisten menghadirkan kegiatan berskala nasional di Surabaya karena berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kota.
“Kalau bisa sering-sering mengadakan acara seperti ini di Surabaya. Semakin banyak kegiatan seperti ini, semakin besar pula dampaknya terhadap pergerakan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kopi Nusantara memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri, dengan karakter dan cita rasa khas dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kita memiliki kopi Nusantara yang luar biasa. Kualitasnya tidak kalah dengan kopi dari luar negeri dan akan selalu menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Eri berharap JCFF dapat terus diselenggarakan setiap tahun di Surabaya sebagai sarana mendorong kemajuan UMKM sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Semoga acara ini terus berlanjut setiap tahun di Surabaya, menjadi penyemangat bagi UMKM untuk berkembang dan menggerakkan roda perekonomian kota,” pungkasnya


