Friday, May 29, 2026

Pelajar SMK Triguna 1956 Belajar Langsung tentang Negara, Pemerintah, dan Kepemimpinan

Pelajar SMK Triguna 1956 Belajar Langsung tentang Negara, Pemerintah, dan Kepemimpinan

JAKARTA, Nawacita – Rasa antusias tampak menyelimuti ratusan pelajar SMK Triguna 1956 saat memasuki kawasan Istana Kepresidenan Jakarta. Sebanyak 260 siswa mengikuti program Istana untuk Anak Sekolah yang diselenggarakan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), sebuah kegiatan edukatif yang mengajak generasi muda mengenal lebih dekat pusat pemerintahan negara sekaligus memahami peran lembaga negara dalam menjalankan roda pemerintahan.

Kesempatan berkeliling kawasan Istana Kepresidenan Jakarta menjadi pengalaman yang menarik perhatian para pelajar. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak menyusuri sejumlah area bersejarah di lingkungan Istana sambil mendengarkan penjelasan mengenai fungsi bangunan, sejarah pendirian, hingga berbagai kegiatan kenegaraan yang berlangsung di dalamnya.

Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi para peserta untuk melihat langsung Istana Kepresidenan yang selama ini hanya mereka saksikan melalui televisi atau media sosial. Para siswa tampak antusias ketika mengetahui bahwa di tempat tersebut berlangsung berbagai agenda penting negara, mulai dari pelantikan pejabat, penerimaan tamu negara, rapat terbatas, hingga upacara kenegaraan.

Baca Juga: Belajar Langsung di Jantung Pemerintahan, Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti “Istana untuk Anak Sekolah”

Dalam tur tersebut, peserta juga diperkenalkan pada sejumlah koleksi seni dan interior bersejarah yang menjadi bagian dari identitas Istana Kepresidenan. Selain berfungsi sebagai tempat kerja Presiden, Istana juga menyimpan nilai sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia. Penjelasan mengenai peran Istana sebagai simbol negara sekaligus pusat aktivitas pemerintahan membuat para pelajar memperoleh gambaran yang lebih nyata tentang bagaimana negara dijalankan dari balik dinding-dinding bersejarah tersebut.

Sebelum mengikuti tur Istana, para peserta terlebih dahulu mengikuti sesi pemaparan di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet Kemensetneg. Pada kesempatan tersebut, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Madya Faisal Fahmi menyampaikan sambutan sekaligus motivasi kepada para pelajar agar terus berani bermimpi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa.

“Jangan takut bermimpi, karena mimpi adalah awal dari langkah besar kalian untuk terus berkembang, meraih cita-cita besar, dan tentunya berkontribusi bagi negeri,” ujar Faisal.

Kepala SMK Triguna 1956, Brahmanas, turut menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa untuk mengikuti program tersebut. Menurutnya, pengalaman belajar langsung di lingkungan Istana memberikan wawasan baru yang tidak diperoleh di ruang kelas.

Dalam sesi pemaparan, Pranata Humas Ahli Madya Biro Humas Kemensetneg Kurniawati menjelaskan mengenai peran Presiden dalam sistem pemerintahan Republik Indonesia. Ia menerangkan bahwa Presiden memiliki dua kedudukan sekaligus, yaitu sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Sebagai kepala negara, Presiden mewakili Indonesia dalam hubungan diplomatik internasional serta menjalankan fungsi-fungsi seremonial kenegaraan. Sementara sebagai kepala pemerintahan, Presiden bertanggung jawab menjalankan undang-undang, menetapkan kebijakan publik, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Para peserta juga diperkenalkan pada sistem pemerintahan presidensial yang dianut Indonesia, di mana Presiden memegang peran sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.

Selain itu, sosok yang akrab dipanggil Nia ini juga menjelaskan peran strategis Kemensetneg dalam mendukung tugas Presiden dan Wakil Presiden. Dukungan tersebut meliputi layanan teknis, administrasi, dan analisis kebijakan hingga manajemen kabinet.

“Kemensetneg hadir sebagai tim di balik layar Istana yang memastikan Presiden dan Wakil Presiden dapat menjalankan pemerintahan negara dengan lancar,” ujar Nia.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melanjutkan pembangunan bangsa. Menurutnya, pembangunan nasional merupakan proses panjang yang membutuhkan keberlanjutan antargenerasi.

“Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin bangsa Indonesia di masa mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nia mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa pembangunan bangsa bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu atau dua periode pemerintahan, melainkan perjalanan panjang yang harus diteruskan secara estafet hingga cita-cita bangsa tercapai.

Melalui program Istana untuk Anak Sekolah, para pelajar tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sistem pemerintahan dan peran lembaga negara, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melihat bagaimana simbol negara dijaga dan dijalankan. Dari lorong-lorong Istana hingga ruang pemaparan, para siswa diajak memahami bahwa masa depan bangsa kelak akan berada di tangan generasi muda yang hari ini terus belajar, tumbuh, dan mempersiapkan diri. (Kemensetneg)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru