Thursday, May 7, 2026

Dr. Benjamin Kristianto: Peningkatan Layanan Kesehatan jadi Prioritas Utama Komisi E DPRD Jatim dalam Rakerkesda 2024

Dr. Benjamin Kristianto: Peningkatan Layanan Kesehatan jadi Prioritas Utama Komisi E DPRD Jatim dalam Rakerkesda 2024

Surabaya, Nawacita | Komisi E DPRD Jatim menegaskan pentingnya peningkatan layanan kesehatan dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2024 yang digelar di Hotel Novotel, Jl. Raya Kedung Baruk, Surabaya, Kamis (8/8/2024).

Dalam acara yang dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono tersebut, berbagai isu strategis kesehatan dibahas. Termasuk perbaikan layanan rumah sakit dan puskesmas.

“Rakerkesda ini fokus pada masalah kesehatan di Jawa Timur. Banyak sekali PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan, terutama terkait pelayanan masyarakat di rumah sakit. Salah satunya, penanganan sistem rujukan yang masih perlu pembenahan agar masyarakat tidak terabaikan dalam proses rujukan,” ujar dr. Benjamin.

Misalnya, dia mencontohkan terkait kasus rujukan pasien yang belum sepenuhnya pulih namun sudah dikirim kembali dari rumah sakit rujukan.

“Ini masih banyak terjadi, dan tentu harus diperbaiki agar masyarakat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” tambahnya.

Untuk itu, dr. Benjamin menekankan bahwa seluruh masyarakat, khususnya di Jawa Timur, harus mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal. Ia juga menyinggung pentingnya peran puskesmas dalam upaya pencegahan penyakit di masyarakat.

Baca Juga: Komisi A Perjuangkan Tambahan Hibah untuk Polda Jatim

“Kami berharap, di usia 72 tahun Jawa Timur, puskesmas bisa kembali menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Saat saya masih bertugas di puskesmas, kami turun langsung ke posyandu untuk mengawasi imunisasi,” katanya.

“Jadi, konsep utamanya adalah pencegahan dan promotif, bukan sekadar mengobati. Dengan fokus pada pencegahan, biaya perawatan yang lebih mahal bisa ditekan,” imbuhnya.

Menurutnya, puskesmas seharusnya lebih aktif mengawasi kondisi kesehatan masyarakat. Mulai dari penggunaan air bersih hingga gizi anak-anak untuk mencegah stunting.

“Dengan demikian, kita berharap masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Timur, akan sehat. Pencegahan dan promotif lebih penting daripada pengobatan kuratif,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Benjamin juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran yang memadai untuk sektor kesehatan dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2024.

“Pendidikan dan kesehatan sangat kami prioritaskan, karena prinsip utama kami adalah masyarakat harus sehat dan pintar. Dengan begitu, mereka bisa bekerja dan berjuang dalam kehidupan, sehingga pendapatannya besar dan akhirnya sejahtera,” pungkasnya.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru