Peluang Bisnis Baru Terbuka: Seminar ISTTS Ungkap Potensi AI dan IoT di Perangkat Pintar

Seminar ISTTS
Dosen ISTTS, Joan Santoso
top banner

Peluang Bisnis Baru Terbuka: Seminar ISTTS Ungkap Potensi AI dan IoT di Perangkat Pintar

Surabaya, Nawacita – Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) sebagai AI Campus telah sukses menyelenggarakan seminar yang mengangkat topik pada menggabungkan Internet of Things (IoT) dengan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan perangkat pintar (smart devices). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Industrial Electronic Society (IES) menggelar kegiatan seminar dan wokshop IES Day bertajuk ‘Intelligent IOT :Leveraging AI for Next Generation Electronic Solutions’.

Esther Irawati Setiawan sebagai Ketua Panitia seminar tersebut sekaligus pengisi pemateri menjelaskan bahwa IoT dan AI sudah menjadi suatu teknologi yang berkesinambungan di kehidupan sehari-hari. Seminar ini juga sebagai peluang bisnis dalam menciptakan perangkat-perangkat sebagai kebutuhan manusia.

“IoT itu (membuat) perangkat itu bisa cerdas, misalkan kayak AC dia bisa nyala on off otomatis sesuai jam keberangkatan dan jam pulang kita ke rumah. Jadi misalnya dia sudah mengenali pola kita, misalkan kita selalu beralih kerja jam 7, berarti AC otomatis mati. Nanti kalau kita pulang, dia nyala setengah jam sebelum kita pulang,” Jelas Esther (18/5/2024).

Baca Juga: ITS Buka Peluang Bisnis untuk Mahasiswa: Sociopreneur Camp 2024 Lahirkan Penggerak Ekonomi

Sebagai pengembangan teknologi seperti yang dijelaskan Esther, IoT dapat digabungkan dengan AI menjadikan suatu perangkat akan semakin cerdas. “artificial intelligence (AI) ini merupakan kecerdasan yang sekarang lagi terkenal di chatbot-chatbot, Ada chat GPT, ada Gemini, ada Bing. Nah sekarang itu AI itu juga mau dimasukkan ke alat-alat ini biar mereka juga bisa (semakin) cerdas gitu,” tambahnya.

Hal tersebut menjadikan perangkat yang memiliki kecerdasan yang meningkat dan dapat diproduksi masal. Sehingga teknologi tersebut dapat menjadi kebutuhan manusia dan konsumtif untuk membantu manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Pengisi pemateri lainnya Joan Santoso yang juga merupakan Dosen ISTTS menjelaskan, “Materi hari ini belajar terkait bagaimana mesin dapat belajar dari data. Workshop yang dibawakan menggunakan program yang dirilis dari dari google. Program tersebut sudah siap dipakai untuk bisa mengenali suara, mengenai foto, mengenali pose. Jadi alatnya cukup mudah, tinggal drag and drop kemudian datanya kita bisa di upload ke alat tersebut”, paparnya.

Baca Juga: Pendaftaran PPDB SD & SMP Surabaya 2024/2025 Dimulai, Ini Jalur Kuota yang Tersedia

“Outputnya nanti itu di aplikasi web yang bisa di hostingkan sendiri, terus nanti bisa digunakan untuk mengenali data baru yang ingin kita kelola”. Imbuh Joan.

Diharapkan kegiatan ini tidak akan berhenti pada hari ini saja, tetapi akan ada tindak lanjut, yaitu kolaborasi dari praktisi, akademisi , dan industri aktif dalam melakukan penelitian di penerapan industri sehingga suatu hari nanti masyarakat dapat mengenal tentang tekhnologi terkini melalui AI dan IOT.

Hasil penelitian dan karya ilmiah para peneliti, mahasiswa, dosen, praktisi industri juga dipamerkan pada seminar tersebut. Sebagai contoh bidang Informatika, Sistem Informasi, dan Elektro dapat berkolaborasi menciptakan teknologi baru. (Al)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here