Pendaftaran PPDB SD & SMP Surabaya 2024/2025 Dimulai, Ini Jalur & Kuota yang Tersedia

Pendaftaran PPDB Surabaya
Pendaftaran PPDB SD & SMP Surabaya 2024/2025 Dimulai
top banner

Pendaftaran PPDB SD & SMP Surabaya 2024/2025 Dimulai, Ini Jalur & Kuota yang Tersedia

Surabaya, Nawacita | Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 mulai dibuka hari Senin 20 Mei 2024. Pendaftaran tersebut dibuka untuk jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengang Pertama (SMP) di Kota Surabaya.

Pengumuman ini resmi di selenggarakan sosialis PPDB oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Bertempat di Kantor Kominfo Kota Surabaya pada hari Kamis, (16/5/2024).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh menerangkan ada beberapa pembaruan dan evaluasi dalam pelaksanaan PPDB di tahun ajaran 2024/2025. Dalam hal kuota pendaftaran peserta didik baru jenjang SD dan SMP di Kota Surabaya.

“Ada evaluasi dalam pelaksanaan di tahun ajaran ini, untuk memberikan pelayanan Surabaya sebagai Kota pendidikan dan layak anak, hal-hal yang dapat di evaluasi kita lakukan,” papar Yusuf.

Pendaftaran PPDB untuk Sekolah Dasar (SD) Negeri memiliki beberapa jalur pilihan bagi orang tua. Karena anak yang menuju Sekolah Dasar merupakan dari tingkat Pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), dan untuk Jalur yang ditentukan tidak ada Jalur Prestasi seperti Jenjang SMP.

Baca Juga: Demi Kelancaran Ibadah Haji, Petugas PPIH Embarkasi Surabaya Sita Barang Terlarang dari Jamaah

Jalur dapat dipilih orang tua untuk memasukkan anak mereka ke SD Negeri dapat melalui Jalur Afirmasi yang memiliki kuota minimal 15 persen dari kuota yang disediakan sekolah yang dituju. Lalu ada jalur Perpindahan Tugas Orang Tua maksimal 5 persen dari kuota sekolah yang dituju, dan yang terakhir Jalur Zonasi mengambil kuota minimal 70 persen dari kuota keseluruhan sekolah yang dituju.

“Kenapa lebih banyak kuota Zonasi yang diterima Sekolah, ya untuk kebaikan anak-anak juga agar ketika berangkat sekolah mereka tidak kecapekan. Jika Sekolah jauh dari jarak tempat tinggal mereka pasti anak akan bangun terlalu pagi dan munuju Sekolah yang jauh,” jelas Yusuf.

Untuk jenjang SMP Negeri di Surabaya menyediakan beberapa jalur pendaftaran untuk peserta didik baru yang dari SD akhir menuju SMP. Terdapat jalur Afirmasi yang menerima kuota minimal 15 persen dari daya tampung masing-masing Sekolah yang dituju.

Selanjutnya ada jalur Perpindah Tugas Orang Tua yang miliki kuota 5 persen dari daya tampung masing-masing Sekolah yang dituju. Lalu ada jalur prestasi bagi anak yang memiliki prestasi diantaranya, Nilai Rapot Sekolah maksimal kuota 15 persen, perlombaan/pertandingan akademik maupun non akademik kuota maksimal 12 persen, dan penghafal kitap suci maksimal kuota 3 persen.

Setelah itu ada Jalur Zonasi, Jalur ini memiliki dua kategori Zonasi 1 dan Zonasi 2. Zonasi 1 menerima 30 persen peserta didik dari jumlah keseluruhan daya tampung Sekolah yang dipilih. Lalu Zonasi 2 menerima maksimal 20 persen dari keseluruhan kuota Sekolah yang dituju. Jadi total dari Jalur zonasi di jenjang SMP Kota Surabaya maksimal menerima PPDB sebanyak 50 persen dari kuota keseluruhan.

Baca Juga: Keteguhan Iman Mengantarkan Pasangan Pencari Rumput Menuju Tanah Suci

“Jangan takut dengan kualitas Sekolah Negeri mana yang terbaik atau kurang baik didekat rumah orang tua dan memakai segala cara agar anaknya dapat Sekolah yang terbaik. Karena Sekolah pada dasarnya sama dan kurikulum yang ditentukan juga sama semua. Jadi jangan mengkhawatirkan setiap kualitas setiap sekolah,” tambah Yusuf.

Karena berbagai kasus-kasus dua tahun yang lalu para orang tua mengalami ketidak adilan dengan adanya jalur zonasi. “Ada pula orang tua menginginkan anaknya bersekolah di sekolahan yang terbaik walaupun sekolahnya jauh dari rumah,” ungkap Yusuf.

Menurutnya, hal semacam itu tidak baik untuk anak mereka. Karena yang melakukan aktifitas Sekolah itu sendiri adalah anak. “Jika anak mengalami ketidaknyamanan karena harus bersekolah bangun terlalu pagi dan memakan waktu jadi lebih lama, dikarenakan Sekolah yang jauh,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, ketentuan terhadap jarak Sekolah anak sudah ditentukan di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2021 tentang penerimaan peserta didik baru. “Dalam ketentuan tersebut, jalur-jalur pendaftaran dan kuota sudah ada aturannya masing-masing,” ungkapnya.

Dan beberapa jalur yang telah ditentukan telah ditambah kuota masuk peserta didik. Jadi orang tua jika ingin memasukan anak mereka ke Sekolah Negeri untuk SD dan SMP dapat memilih sesuai ketentuan dan persyaratan Jalur yang telah disediakan. (Al)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here