ITS Buka Peluang Bisnis untuk Mahasiswa: Sociopreneur Camp 2024 Lahirkan Penggerak Ekonomi

Sociopreneur Camp 2024
Sociopreneur Camp 2024
top banner

ITS Buka Peluang Bisnis untuk Mahasiswa: Sociopreneur Camp 2024 Lahirkan Penggerak Ekonomi

Surabaya, Nawacita | Pertama kali dalam bidang akademik Pusat Kajian Kebijakan Publik, Bisnis dan Industri (PKKPBI) ITS membuka program Sociopreneur Camp tahun 2024. Menggerakan 25 aktifis mahasiswa dari berbagai Universitas yang berbeda.

Sociopreneur Camp tahun 2024 merupakan program pertama kalinya di tahun ini, direncanakan akan diadakan setiap tahun. Melibatkan mahasiswa dari luar Universitas ITS akan dilatih selama dua (2) bulan sebelum terjun langsung ke lapangan.

Ketua PKKPBI ITS, Arman Hakim Nasution di Kampus Manajemen Bisnis ITS, memaparkan bahwa tujuan dari program ini untuk menciptakan aktivis mahasiswa sebagai penggerak ekonomi masyarakat itu. Selain itu, kegiatan ini bermanfaat bagi mahasiswa untuk melatih mental bisnis mereka agar setelah lulus dari program tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

“Jadi ini merupakan program yang pertama kali digerakan oleh Universitas ITS sekaligus pertama kali dalam bidang akademik Universitas se-Indonesia. Saya ingin nantinya program ini akan di gerakan oleh 1000 mahasiswa,” Jelas Arman (11/5/2024).

Sociopreneur Camp 2024
Ketua PKKPBI ITS, Arman Hakim Nasution

Arman juga menjelaskan bahwa 25 aktifis mahasiswa ini merupakan mahasiswa pilihan. Karena daftar Sociopreneur Camp tahun 2024 ini harus lolos pemberkasan hingga wawancara, baru dapat pengumuman lolos dari pihak PKK PBI ITS. Akhirnya ITS memilih 25 mahasiswa yang beruntung ini untuk mengikuti pelatihan dan program yang sudah dirancang.

“Dari proses wawancara kita dapat mengetahui mana mahasiswa yang serius mengikuti program ini dan yang tidak. Karena jika tidak serius nanti yang rugi juga mahasiswa itu sendiri, karena program ini ada tingkat penilaian lulus dan mengulang. Kalo mengulang nanti akan ikut program ini tahun depan,” ungkap Arman.

Saat ditemui usai acara seminar pelatihan pertemuan pertama, Ketua PKKPBI ITS, Arman Hakim Nasution, menyampaikan, Sociopreneur Camp ini adalah kegiatan melatih aktivis mahasiswa supaya mampu menjadi pebisnis yang menggerakkan ekonomi masyarakat bukan untuk dirinya sendiri.

“Yakni bisnis yang mampu menggerakkan masyarakat dia (mahasiswa) untung, masyarakat juga untung. Sehingga bisa diajak kerja sama itu yang dinamakan sociopreneur,” jelasnya.

Lanjut Arman, “Maka kalau 1.000 itu kita akan mengajak semua PTN yang menjadi anggota aliansi Asosiasi Dosen Integrator Desa atau ADIDES baik dari PTS maupun PTN, untuk membuat program seperti ini dengan dana masing-masing termasuk dana support pemerintah. Tahun ini uji cobanya di ITS, karena ITS yang menginisiasi program ini. Sehingga, peserta yang paling banyak dari ITS,” lanjutnya.

Program Sociopreneur Camp ini merupakan yang pertama kalinya diadakan, Arman mengungkapkan, program ini adalah gabungan antara project field dengan class session and leadership coaching. “Project Field adalah pengenalan sosio-bisnis On Field selama tujuh hari di lapangan atau desa, dengan luaran Project Bisnis Plan tentang peluang extended-bisnis dan perbaikan bisnis model,” ungkap Arman.

Sedangkan, Class Session and Leadership Coaching adalah pembelajaran kelas interaktif dengan delapan kali pertemuan tiap Sabtu dan Minggu dan paralel Magang Leadership Coaching ke-para CEO atau pemilik bisnis.

Baca Juga: AI Gemini Google: Masa Depan Edit Video dan Sensor Gambar

Nantinya mahasiswa berlanjut terjun lapangan ke Desa yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan berbisni. Daerah tersebut sudah ditentukan yaitu berada di Desa Kajar Kota Batu, selama tujuh (7) hari.

“25 mahasiswa ini nantinya akan dibagi menjadi lima (5) kelompok berisi 5 orang. Nantinya ditempat kan beberapa titik dan berbagai macam potensi dari hasil pertanian hingga pertenakan. Dan seperti apa nantinya bisnis yang mereka ciptakan,” paparnya.

Harapa dari program ini sebagai dampak panjang nantinya membantu mengelola pendanaan desa dapat dikelola untuk warga desa dan kemajuan desa. Selain itu mahasiswa juga dapat mengembangkan jiwa bisnisnya.

Selain itu kelebihan lainnya program ini dapat transfer SKS pengabdian masyarakat mahasiswa yang menghabiskan waktu berbulan-bulan, di program Program Sociopreneur Camp hanya memakan waktu selama tujuh (7) hari. (Al)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here