Ridwan Hisjam: Peluang Jokowi Jadi Ketua Umum Golkar Semakin Terbuka
Surabaya, nawacita – Konstalasi politik di tubuh partai Golkar terus menghangat. Meskipun sudah banyak DPD Partai Golkar provinsi yang menyatakan dukungan untuk Airlangga Hartarto, namun bukan berarti dukungan tidak berubah saat Musyarawah Nasiona (Munas) digelar.
Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam berpendapat, munas Golkar bisa dilakukan bulan Juli, Oktober atau Desember. “Tidak ada aturan di Golkar, Munas harus Desember,” jelas Ridwan Hisjam sambil membeberkan sejumlah alasan saat diskusi pilar empat MPR RI di Surabaya, 1 April 2024.
Perkembangan politik di Golkar dipastikan dinamis sampai Munas digelar. Ridwan mengungkapkan Presiden Joko Widodo punya kans besar untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Apalagi Presiden Joko Widodo bukan orang baru bagi Golkar. “Jokowi itu Asmindo dan HIPMI, semua orang tahu kalau dua organisasi itu otomatis Golkar,” ujar Ridwan Hisjam.
Sehingga Jokowi juga bukan orang baru bagi Partai Golkar. Ibaratnya sejak maju jadi walikota sampai Presiden Jokowi di karyakan. “Kini usai dikaryakan, sangat mungkin Jokowi kembali ke Golkar,” sebut Ridwan.
Politisi yang akrab disapa Mas Tatok ini menceritakan perjalanan Jokowi mirip dengan Soekarwo di Jawa Timur. Soekarwo sebagai PNS merupakan kader Partai Golkar. Namun ketika maju dalam Pilgub, Soekarwo berangkat dari Demokrat yang saat tahun 2008 menjadi partai Penguasa. “Setelah selesai jadi gubernur dua periode, Soekarwo kini kembali lagi ke Golkar, jadi jangan dibilang Pak Jokowi bukan Golkar,” ungkap Anggota DPR RI dari Dapil Malang Raya itu.
Tatok menyampaikan, nama Presiden Jokowi belakangan muncul dalam bursa calon Ketua Umum Partai Golkar jelang rencana Munas. Presiden dua periode tersebut dinilai layak dan memenuhi kriteria sekalipun belum pernah jadi pengurus Partai Golkar. Terkait munculnya suara dari mayoritas DPD Partai Golkar Tingkat I seluruh Indonesia menyatakan dukungan ke Airlangga Hartarto hal tersebut masih dinamis. “Politik di Golkar itu dinamis, sekarang mendukung Airlangga, nanti saat Munas bisa saja berubah ke Jokowi,” tebaknya.
Nama Jokowi muncul disamping sejumlah nama kader internal Golkar yang sudah masuk di bursa calon ketua umum. Diantaranya, Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Bahlil Lahadalia serta Agus Gumiwang. *

