Thursday, May 7, 2026

Subsidi Dicabut, Pemkot Mojokerto Tak lagi Subsidi Ongkir Telur

Subsidi Dicabut, Pemkot Mojokerto Tak lagi Subsidi Ongkir Telur

Mojokerto, Nawacita – Subsidi transportasi untuk komoditas telur ayam ras di Kota Mojokerto yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto dihentikan sementara, karena harganya diklaim telah berangsur menurun.

“Karena harga telur terpantau sudah ada yang dijual Rp 28.500 per kilogram (kg) maka stabilisasi harga telur dengan memberikan subsidi biaya ongkos kirim (ongkir) di pasar tradisional telah distop per 1 Juni. Namun, penghentian tersebut masih bersifat tentatif dengan mempertimbangkan fluktuasi harga, “ucap Kabid Perdagangan Diskopukmperindag Kota Mojokerto Heri Setiyawan, Senin (5/6/2023).

Heri menjelaskan, banderol tersebut berangsur mendekati harga eceran tertinggi (HET) telur ayam ras yang dipatok Rp 27 ribu per kg di wilayah Jatim. “Untuk komoditas telur untuk sementara dicoret dari pasar murah yang akan dilanjutkan pekan ini,” ujarnya.

Untuk saat ini harga Rp 28 ribu-an kan masih dalam batas toleransi. Karena kemarin sampai Rp 31 ribu-Rp 32 ribu per kg, sehingga kami adakan pasar murah. Pihaknya akan memastikan akan mengecek harga telur di pasar tradisional.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Hadirkan Pergelaran Ludruk untuk Lestarikan Budaya

“Jika harganya masih stabil atau bahkan turun, maka dipastikan pasar murah hanya akan menyediakan komoditas beras,” katanya.

Heri menambahkan, apabila harga rata-rata telur masih tinggi, diskopukmperindag akan kembali menggulirkan subsidi transportasi untuk menyediakan telur dengan selisih harga Rp 3 ribu-Rp 4 ribu lebih murah dibanding di pasaran.

“Guna mengetahui harga di pasar berapa, pihaknya akan cek di pasar nanti, sehingga bisa memutuskan untuk menyediakan komoditas telur atau tidak,” imbuhnya.

Saat ini harga beras di pasaran, masih berada di atas HET yang ditetapkan Rp 10.900 per kg untuk jenis medium dan rata-rata dijual dengan kisaran harga Rp 11 ribu per kg hingga tertinggi mencapai Rp 12 ribu per kg.

Diskopukmperindag sendiri yang sebelumnya menggelar operasi pasar di Tanjung Anyar mulai 29-31 Mei akan dilanjutkan mulai 5-7 Juni di Pasar Rakyat Ketidur.

“Diskopukmperindag menyiapkan stok beras medium yang dijual dengan harga Rp 10.200 per kg atau Rp 51 ribu untuk kemasan 5 kg. Komoditas beras yang dijual beda dengan telur, harga beras dijual lebih murah karena hasil pemangkasan rantai distribusi dengan mengambil barang dari penggilingan padi,” pungkasnya.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru