Bangun Pedestrian Proyek Riset di Sumut, PLN Manfaatkan 45 Ribu Paving Block_ Hasil FABA PLTU

top banner

Bangun Pedestrian Proyek Riset di Sumut, PLN Manfaatkan 45 Ribu Paving Block_ Hasil FABA PLTU

Humbang Hasundutan, Nawacita – 27 Februari 202 – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi dukungan PT PLN (Persero) menyediakan 45 ribu _paving block_ dalam proyek pembangunan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hultikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Dukungan _paving block_ PLN ini berasal dari pemanfaatan limbah sisa pembakaran batu bara PLTU atau _Fly Ash Bottom Ash_  (FABA) untuk membangun jalan pedestrian seluas 786 meter persegi (m2) di area _screen house_ dan _green house_ proyek riset tersebut.

“Saya senang dengan kontribusi yang diberikan oleh PLN pada proyek TSTH2 ini dengan melakukan pemasangan _paving block_ yang menggunakan FABA sampai dengan 85 persen,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan saat mengunjungi Gedung Riset Herbal, Gedung Riset Pertanian dan _screen house_ dan _green house_ TSTH2.

Menko Luhut mengatakan, dukungan PLN ini penting mengingat proyek seluas 10.000m2 ini dibangun sebagai pusat riset dan inovasi untuk mengembangkan bibit unggul tanaman pangan di Provinsi Sumatera. Sehingga diharapkan proyek Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumut yang dikerjakan Kementerian PUPR ini dapat mendukung program _Food Estate_ di wilayah tersebut.

Baca Juga : Tata Kelola Energi Primer Kokoh, PLN Tak Khawatir Ancaman Krisis Energi Global

“Pusat riset dibangun untuk pengembangan tanaman herbal dan holtikultura untuk menghasilkan bibit unggul seperti bawang, kentang dan lainnya guna mendukung program _Food Estate_ di Provinsi Sumatera Utara,” kata Menko Luhut.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pemanfaatan FABA ini merupakan bukti komitmen PLN menerapkan prinsip _Environmental, Social and Governance_ (ESG). PLN mengolah sisa dari operasional pembangkit tidak hanya menjadi sampah tetapi juga menjadi katalis penggerak roda ekonomi masyarakat, salah satunya bahan baku pembangunan jalan, jembatan, dan _paving block._

“Penyediaan dan pemasangan _paving block_ dari FABA ini merupakan bentuk nyata PLN untuk terus memperkenalkan dan mengoptimalkan manfaat FABA sebagai _resources_ yang luar biasa dan melimpah di Indonesia,” ujar Darmawan.

Darmawan menegaskan, PLN juga berkomitmen terus meningkatkan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi dan bermanfaat untuk masyarakat. Sehingga dapat mendorong pembangunan infrastruktur serta ekonomi berkelanjutan.

General Manager PLN Indonesia Power PLTU Labuan Angin, Andi Setiawan mengatakan, 45 ribu buah _paving block_ yang disediakan PLN untuk pembangunan TSTH2 berasal dari PLTU Labuan Angin. Andi menjelaskan, _paving block_ hasil FABA ini memiliki kualitas tinggi dengan kuat tekan K200 dengan komposisi FABA berbanding semen 85:15 persen. Berdasarkan SNI 03-0691-1996, _paving block_ minimal K170 mampu digunakan untuk peruntukan parkir kendaraan.

Baca Juga : Jadi Grand Prize Gelegar Cuan PLN Mobile, Inilah Sederet Keuntungan Menggunakan Mobil Listrik

“Hal ini menunjukan mutu produk- produk yang berbahan FABA dari PLTU PLN tidak perlu diragukan lagi,” kata Andi.

Lebih lanjut, kata Andi, bahan baku dari FABA ini juga memiliki keunggulan dibandingkan bahan material lainnya, yakni lebih hemat dan ramah lingkungan. Karena itu, PLN akan terus mengintensifkan pemanfatan FABA yang bernilai guna tinggi untuk pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat.

“Penggunaan FABA lebih ramah lingkungan karena akan mengurangi penggunaan pasir, semen dan lainnya dan juga lebih hemat,” kata Andi.

Dn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here