Aksi Penembakan Massal di Kampus Michigan State University, 3 Orang Tewas

Aksi Penembakan Massal
Aksi Penembakan Massal di Kampus Michigan State University, 3 Orang Tewas
top banner

Aksi Penembakan Massal di Kampus Michigan State University, 3 Orang Tewas

JAKARTA, Nawacita – Aksi Penembakan Massal di Kampus Michigan State University, Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara membabi-buta Senin (13/2/2023) malam waktu setempat di kampus utama Michigan State University (MSU), East Lansing, Michigan.

Kejadian ini menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya. Beberapa yang terluka disebut dalam kondisi kritis.

Mengutip Reuters, pejabat keamanan universitas Chris Rozman mengatakan tembakan dilepaskan di dua lokasi. Pertama, di sebuah gedung akademik bernama Berkey Hall dan kedua, di gedung Persatuan MSU.

“Polisi menanggapi penembakan itu, yang dimulai tak lama setelah pukul 8 malam. (Polisi) menemukan korban di kedua lokasi,” kata Rozman kepada wartawan dalam jumpa pers yang disiarkan televisi sekitar tiga jam kemudian.

Baca Juga: Insiden Penembakan di Paris 2 Orang Tewas, Diduga Bermotif Rasisme Incar Orang Kurdi

Penyidik belum mengetahui motif penembakan. Namun pelaku dilaporkan juga tewas dalam kejadian.

“Pria bersenjata itu dipastikan tewas, dari tembakan yang tampaknya dilakukan sendiri kira-kira empat jam setelah kekerasan dimulai,” ujarnya lagi seraya menyebut tiga jam sebelumnya polisi merilis gambar pelaku yang melarikan diri dan menutupi wajahnya, dengan sejumlah ciri seperti memakai jaket, jeans, topi bisbol dan pent-up wajah berwarna hitam.

Aksi Penembakan Massal
Aksi Penembakan Massal di Kampus Michigan State University, 3 Orang Tewas.

Penembakan ini sendiri membuat situasi kampus mencekam. Kegiatan kelas dibatalkan selama 48 jam di kampus unggulan dengan 50.000 mahasiswa tersebut.

Seorang mahasiswa tingkat dua MSU Alexis Dinkins, yang berada di asrama di kampus, mengatakan kepada Detroit News bahwa dia mendengar orang-orang membarikade pintu dan berteriak. “Pergi, pergi, pergi,” katanya menjelaskan situasi saat insiden.

Ia dan beberapa temannya kemudian melarikan diri dari asrama. Mereka bertemu dengan polisi yang menyuruh mereka pergi ke halte bus terdekat.

“Kami tidak merasa aman di mana pun,” tulis Detroit News mengutip perkataan Dinkins saat dia berdiri bersama sekelompok mahasiswa di trotoar kampus. “Mengerikan,” ujarnya menggambarkan situasi.

Kekerasan itu terjadi kira-kira 14 bulan setelah penembakan massal yang mematikan pada 30 November 2021, di Oxford High School di Oakland County, Michigan, sekitar 80 mil sebelah timur East Lansing. Kala itu, seorang siswa berusia 15 tahun melepaskan tembakan dengan senjata api semi otomatis.

Empat teman sekelas tewas dan enam siswa serta seorang guru terluka dalam serangan itu. Hal tersebut menjadi penembakan sekolah paling mematikan di AS tahun itu.

Pihak berwenang mengatakan tersangka mengaku tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan. Ia mengaku menggunakan senjata yang dibelikan orang tuanya sebagai hadiah Natal.

Namun ada tanda-tanda bahwa dia terganggu secara emosional. Kedua orang tuanya didakwa dengan pembunuhan tidak disengaja dalam kasus tersebut.

MSU termasuk 100 Universitas Terbaik Global berdasarkan Wall Street Journal/Times Higher Education College Rankings 2021. Universitas ini memiliki salah satu tingkat retensi mahasiswa baru dan penempatan lulusan terbaik di seluruh AS.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here