NIK Jadi NPWP, Format Lama NPWP Masih Berlaku Sampai Akhir 2023

0
111
NIK Jadi NPWP
NIK Jadi NPWP, Format Lama NPWP Masih Berlaku Sampai Akhir 2023

NIK Jadi NPWP, Format Baru Mulai 1 Januari 2024

JAKARTA, Nawacita – NIK Jadi NPWP, Penggabungan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akhirnya menjadi kenyataan. Dalam NPWP format baru akan dicantumkan NIK.

Seperti yang dipublikasikan lewat akun Instagram resmi Ditjen pajak, Rabu (20/7/2022), NPWP format baru ini resmi berlaku pada 14 Juli 2022. Akan tetapi, dikarenakan belum seluruh layanan administrasi dapat mengakomodasi NPWP format baru, maka format lama masih akan diberlakukan hingga akhir Desember 2023.

“Mulai 1 Januari 2024 seluruh layanan administrasi perpajakan dan layanan yang membutuhkan NPWP akan menggunakan NPWP format baru,” tulis Ditjen Pajak. Kebijakan ini diketahui merupakan implementasi dari Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang diturunkan ke Peraturan Menteri Keuangan 112/PMK.03/2022.

“Dengan begitu, masyarakat diberikan kemudahan tidak perlu repot mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak karena integrasi NIK sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sudah berjalan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Suryo Utomo dalam keterangan tertulis, Rabu (20/7/2022).

Kartu NPWP pun kini bentuknya berubah. Format NPWP baru tersebut diluncurkan lewat akun Instagram resmi Ditjen pajak, Terlihat di bagian depan, kartu akan menampilkan NIK bagi wajib pajak orang pribadi. Kemudian bagi wajib pajak selain orang pribadi akan ada 16 digit angka yang diberikan oleh Ditjen Pajak.

NIK Jadi NPWP
NIK Jadi NPWP, Format Lama NPWP Masih Berlaku Sampai Akhir 2023.

Baca Juga: Rayakan Hari Pajak, DJP Resmi Gunakan NIK Sebagai NPWP

Selanjutnya bagi wajib pajak cabang, akan tercantum nomor identitas tempat kegiatan usaha dam tetap diberikan NPWP dengan format 15 digit. Dirjen Pajak Suryo Utomo memastikan upaya ini dapat memudahkan masyarakat ke depannya. Dalam berbagai aktivitas, masyarakat tidak perlu mengingat dua nomor lagi, namun cukup satu.

“Tujuannya untuk memudahkan, kadang suka lupa nomer NPWP, tapi tak lupa NIK. Mudah-mudahan NIK sebagai NPWP awal dari langkah sinergikan data dan informasi yang terkumpul di k/l dan pihak lain yang punya sistem administrasi serupa,” paparnya.

Suryo menyampaikan, proses integrasi data memang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hingga saat ini sudah ada 19 juta NIK yang sudah terintegrasi dan dapat digunakan.

“Baru 19 juta NIK yang kami dapat lakukan pemadanan dengan Direktorat Jenderal Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) dan masih banyak yang harus kami lakukan untuk pemadanan,” jelas Suryo.

cnbnws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY