Kabag PBJ Kukar Akui Terima Sanggahan Pengadaan Benur Rp 4,3 M

0
227
Kabag PBJ Kutai Kertanegara Aspianur Sandi.
Kabag PBJ Kutai Kertanegara Aspianur Sandi.

KUKAR | nawacita – Tudingan atas indikasi pelanggaran terhadap pengadaan Benur (bibit Udang Lobster) dari Ormas Bravo5 Kaltim direspon pejabat Pengadaan Pemkab Kutai Kertanegara. Berdasarkan klarifikasinya, Pengadaan Benur dengan PAGU senilai Rp 4,3 Miliar saat ini masih dalam Tahap evaluasi pasca terjadinya sanggahan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Kertanegara, Aspianur Sandi mengatakan, pemenang tender memang sudah dilakukan penetapan, Jumat 1/7/2022. Setelah penetapan, maka dibuka masa sanggah selama 5 sampai tanggal 7 Juli 2022. “Betul sudah ditetapkan, dan dalam 5 Hari masa sanggah ada sanggahan,” jelas Aspianur Sandi, saat dihubungi, Selasa (5/7/2022).

Kabag PBJ Kutai Kertanegara Aspianur Sandi.

Menurut pejabat yang akrab disapa Sandi ini, karena ada sanggahan dari peserta tender, maka dilakukan evaluasi. Pihaknya mengaku sudah menerima sanggahan Pengadaan Benur yang rencananya diperuntukkan kepada sejumlah Kelompok Pembudidaya Ikan di beberapa kecamatan Kutai Kertanegara. “Hasil Sanggahan diterima oleh pokja pengadaan barang dan PPK, maka selanjutnya akan dilakukan evaluasi ulang dokumen penawaran,” jelas Sandi.

Ia memastikan bahwa tahapan Tender Pengadaan Benur ini belum final. Sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai pemenang. “Ini masih tahap evaluasi dokumen penawaran,” imbuhnya.

Apakah dengan ada sanggahan, lantas tender disebut gagal sesuai aturan Nomer 6 dokumen persyaratan tender. Sandi mengatakan tidak otomatis tender / seleksi gagal. Karena panitia sudah menindaklanjutinya dengan melakukan evaluasi ulang dokumen penawaran dari peserta tender. “Sampai saat ini, Tahapan pengadaan barang dan jasa masih berjalan, dilihat dari proses pelaksanaan kami lihat masih cukup (waktu),” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadaan Benur untuk Kelompok Pembudidaya Ikan di Kabupaten Kutai Kertanegara senilai Rp 4,3 Miliar terindikasi melanggar aturan Tender. Pasalnya, Pokja 45 Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Kukar nekad memenangkan peserta tender yang tidak memenuhi syarat kualifikasi.

Baca juga : Bravo5 Ungkap Pengadaan Benur Rp4,3 M di Kukar Terindikasi Melanggar Aturan

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum DPD Bravo5 Kalimantan Timur, Thomas Handriawan usai mendapat laporan dari masyarakat, Senin (4/7/2022). Dimana dalam proses pengadaan Benur (bibit Lobster) tidak sesuai dengan persyaratan dokumen-dokumen yang telah ditentukan oleh panitia sendiri. Pemenang tidak memiliki Sertifikat Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) yang diterbitkan Oleh Kementerian KKP RI. “Kami mendapatkan laporan ada indikasi melanggar aturan oleh Pokja Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkab Kukar karena memenangkan peserta tender yang tidak memenuhi syarat paling vital dalam pengadaan Benur,” ungkap Thomas, Senin (4/7/2022). bdo

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY