Sejarah Hari Bank Indonesia yang Jatuh pada 5 Juli

0
122
Bank Indonesia

Jakarta, Nawacita |  Setiap 5 Juli, Indonesia memperingati Hari Bank Indonesia. Peringatan ini berbeda dengan hari ulang tahun (HUT) Bank Indonesia yang dirayakan setiap 1 Juli.

BNI adalah bank pertama pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan. Sementara Bank Indonesia, dulu bernama De Javasche Bank (DJB), merupakan bank sentral yang baru dinasionalisasikan pada 1 Juli 1953.

Sejarah Hari Bank Indonesia

Dilansir dari Kompas 100 Corporate Marketing Cases (2009) karya Hermawan Kartajaya, tak lama sejak Indonesia merdeka, Belanda kembali datang dengan membonceng pasukan Sekutu. Saat itu, Belanda merebut bank sentral masa kependudukan Jepang, Nanpo Kaihatsu Ginko dan mengganti namanya menjadi De Javasche Bank.

Baca Juga: 2 Juli: Hari Kelautan Nasional, Simak Sejarah dan Cara Menjaga Kelestarian Laut

DJB yang kembali dikuasai Belanda membuat pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang darurat tentang berdirinya Bank Negara Indonesia pada 5 Juli 1946. BNI menjadi bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia.

Oleh sebabnya, tanggal lahir BNI kemudian ditetapkan sebagai Hari Bank Indonesia. Bank ini juga yang pertama kali mengedarkan alat pembayaran ciptaan pemerintah Indonesia, yakni Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946.

Tahun-tahun berikutnya, pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya untuk memantapkan kedudukan BNI. Hingga dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949, pemerintah Indonesia dan Belanda memutuskan untuk mengubah fungsi BNI yang semula sebagai bank sentral menjadi bank umum.

Bank Indonesia

Kala itu, BNI diarahkan untuk fokus pada pembangunan ekonomi. Sementara De Javasche Bank, ditunjuk kembali menjadi bank sentral.

Dilansir dari laman resmi Bank Indonesia, sejak 1951 telah muncul desakan kuat kepada pemerintah untuk mendirikan bank sentral sebagai wujud kedaulatan ekonomi Republik Indonesia (RI).

Baca Juga: Sejarah Hari Kemerdekaan Amerika Serikat yang Diperingati 4 Juli

De Javasche Bank kembali ditetapkan menjadi bank sentral bagi negara Indonesia. Pemerintah pun memutuskan untuk melakukan nasionalisasi De Javasche Bank. Nasionalisasi ini dilakukan dengan pembelian saham DJB oleh pemerintah Indonesia hingga 97 persen.

Pada 1 Juli 1953, pemerintah kemudian menerbitkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia. Dalam UU tersebut, disebutkan bahwa Indonesia sebagai negara merdeka dan berdaulat harus memiliki bank sentral yang bersifat nasional.

Sejak itu, Bank Indonesia secara resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Adapun berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1953, Bank Indonesia memiliki tiga fungsi dasar, yaitu kebijakan moneter, kebijakan perbankan, dan memperlancar lalu lintas pembayaran. kmps

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY