Menag Minta Tambahan Anggaran Rp 1,5 Trilun Untuk Dana Operasional Haji 2022

0
212
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas

JAKARTA, Nawacita – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, meminta tambahan anggaran sebesar Rp 1,5 trilun kepada Komisi VIII DPR RI guna menutup kekurangan biaya operasional haji reguler dan khusus pada pelaksanaan haji tahun 2022 ini.

“Totalnya Rp 1.518.056.480.730,89. Yang dibebankan pada nilai manfaat keuangan haji reguler dan khusus,” kata Yaqut dalam rapat kerja bersama dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2022)

Lebih lanjut, Yaqut menjelaskan, alasan pihaknya meminta usulan penambahan anggaran salah satunya karena melihat kebijakan pemerintah Arab Saudi terbaru. Yakni terkait pelayanan Arafah Musadlifah dan Mina atau pelayanan Masyair.

Selain itu, menurutnya, layanan penerbangan haji, khususnya untuk penerbangan yang dilayani oleh Saudi Arabian Airlane diperlukan biaya tambahan.

“Diperlukan biaya tambahan biaya technical landing jemaah embarkasi Surabaya sebesar Rp 25.733.232.000,00,” ucapnya. Tak hanya itu, ada pula biaya selisih kurs sebesar Rp 19.279.594.400,00.

Baca Juga: Bertemu Menteri Saudi, Menag Bahas Kesiapan Penyelenggaraan Haji

“Kami juga mengajukan anggaran kepada jemaah haji khusus yang menggunakan dana nilai manfaat setoran Bipih Haji Khusus sebesar Rp 9.321.913.000,00,” ujar Yaqut.

Yaqut mengaku pihaknya sudah bersurat ke Komisi VIII DPR RI khususnya kepada Yandri Susanto sebagai ketuanya, soal usulan tambahan anggaran operasional haji reguler dan khusus 2022.

Berikut rincian jumlah pembebanan:

• Biaya masyair jemaah haji reguler jumlah penambahannya Rp 1.463.721 741.330,89. Biaya ini adalah beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji.

• Biaya masyair PHD dan pembimbing KBIHU jumlahnya Rp 9.187.435.980,78. Ini beban APBD/PHD dan pembimbing KBIHU.

• Biaya technical landing jemaah embarkasi Surabaya Rp 25.733.232.000,00. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji.

• Selisih kurs kontrak penerbangan Rp 19.279 594.400. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji.

• Operasional haji khusus Rp 9.321.913.000,00. Beban nilai manfaat setoran Bipih haji khusus.


Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY