Gempa M 6,6 di Banten, diikuti 5 Gempa Susulan 

0
76
beberapa rumah rusak akibat gempa bumi di Pandeglang Banten, Jumat (14/1/2022). bnpb

Jakarta, Nawacita – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi lima kali gempa susulan dengan setelah gempa pertama magnitudo 6,6 yang mengguncang Banten dan terasa hingga ke Jabodetabek, Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB. 

“Berdasarkan hasil monitoring terjadi lima kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 5,7,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (14/1/2022). 

Lebih lanjut, Dwikorita menjelaskan dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. 

“Gempa ini terjadi dari mekanisme pergerakan subduksi atau pergerakan lempeng tektonik samudra Indo-Australia yang subduksi atau menunjang masuk di bawah lempeng benua Eurasia, yang kebetulan ujungnya adalah Pulau Jawa termasuk Banten, Jawa Barat,” jelasnya. 

Tidak hanya itu, Dwikorita memaparkan gempa bumi ini menimbulkan kerusakan bangunan dengan tingkatan ringan di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Munjul dan Kecamatan Cimanggu. 

“Guncangan juga dirasakan masyarakat di daerah-daerah lain seperti Tangerang Selatan, Bogor, Jakarta, Pelabuhan Ratu, hingga Bandar Lampung,” ucapnya. 

Dari hasil analisis BMKG terbaru menunjukkan, gempa tersebut memiliki parameter M 6,6. Sebelumnya diinformasikan kekuatan awal M 6,7. 

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,21 derajat LS dan 105,05 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 kilometer.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY