BMKG Ingatkan 30 Hari kedepan Potensi Gempa di Banten-Jabar 

0
120
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati

Jakarta, Nawacita – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan dalam 30 hari terakhir ini telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan di wilayah Banten hingga Jawa Barat. 

“Kami mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk lebih mempersiapkan diri dan berhati-hati, karena dalam 30 hari terakhir ini kami mencatat telah terjadi peningkatan aktivitas kegempaan namun kekuatannya di bawah magnitudo 5,0,” kata Dwikorita, saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (14/1/2022). 

Lebih lanjut, Dwikorita juga berpesan agar masyarakat mempersiapkan kondisi rumahnya, dan peralatan berat jangan ditempatkan pada tempat yang mudah terjatuh. 

“Siapkan juga tempat perlindungan apabila terjadi gempa bumi, dan akses jalur evakuasi jangan sampai terhalang sehingga keselamatan anda lebih terjamin,” ujarnya. 

“Untuk pekerjaan kantoran yang berada di gedung bertingkat, kami imbau agar lebih sering berlatih evakuasi mandiri,” sambung Dwikorita. 

Sebelumnya diberitakan, dari hasil analisis BMKG terbaru menunjukkan, gempa bumi yang mengguncang Banten pada Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB memiliki parameter M 6,6. Sebelumnya diinformasikan kekuatan awal M 6,7. 

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,21 derajat LS dan 105,05 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 kilometer. 

Ia juga memaparkan, gempa bumi ini menimbulkan kerusakan bangunan dengan tingkatan ringan di Kabupaten Pandeglang, tepatnya di Kecamatan Munjul dan Kecamatan Cimanggu. 

“Guncangan juga dirasakan masyarakat di daerah-daerah lain seperti Tangerang Selatan, Bogor, Jakarta, Pelabuhan Ratu, hingga Bandar Lampung,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY