5 Merek Vaksin Ini Dapat Izin Darurat Dari BPOM Untuk Booster, Berikut Jenisnya

0
108
Kepala BPOM Penny Lukito

Jakarta, Nawacita – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap lima merek vaksin Covid-19 untuk digunakan sebagai vaksin booster.

Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan EUA kali ini diberikan untuk program vaksin booster homologous alias pemberian dosis vaksin 1-3 menggunakan platform dan merek yang sama, serta heterologous alias pemberian vaksin dosis ketiga berbeda dengan pemberian vaksin dosis 1 dan 2.

“Pada hari ini kami melaporkan ada lima vaksin yang telah mendapatkan EUA. Diantaranya CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca untuk homologous,” kata Penny, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/01/2022).

Kemudian, Moderna untuk homologous dan heterologous, dan Zifivax untuk heterologous. Vaksin CoronoVac yang merupakan produksi PT Bio Farma (Persero) dari bahan baku vaksin Sinovac.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pemberian EUA kali ini telah melalui rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).

“Dalam hal ini ada lima sampai dengan saat ini, karena ada juga beberapa yang sedang uji klinik vaksin booster yang masih berlangsung dan dalam beberapa waktu hari lagi juga bisa kita putuskan EUA-nya,” ucapnya.

Untuk diketahui, program booster vaksin Covid-19 di Indonesia dijadwalkan mulai 12 Januari 2022. Kementerian Kesehatan telah menargetkan sebanyak 100 juta orang menerima booster program pemerintah yang diberikan secara gratis melalui skema peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Sementara 121 juta lainnya bakal dibebankan biaya mandiri alias tidak gratis. Setidaknya akan ada 244 kabupaten/kota terpantau bisa melaksanakan program booster ini ke masyarakat umum.

Penny berharap dengan diterbitkan nya izin penggunaan darurat vaksin booster Indonesia bisa melewati masa-masa krisis pandemi Covid-19.

“Vaksin booster dibutuhkan utk kita bisa menangani permasalahan pandemi Covid-19 dan percepatan penanggulangan pandemi,” imbuh Penny.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY