Resmi Ketum PBNU, Gus Yahya Siap Hidupkan Gus Dur ditengah Masyarakat

0
195
KH Yahya Cholil Tsaquf Ketua Umum PBNU 2021-2026. Foto : Alma / nawacita

Lampung, Nawacita – Setelah resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya akan hadirkan atau membangkitkan kembali sosok Gus Dur di PBNU juga ditengah-tengah masyarakat. 

Hal itu menjadi visi utamanya saat menjabat sebagai Ketum PBNU, sebab kehadiran Gus Dur masih sangat diperlukan baik di NU maupun dikalangan masyarakat. 

“Bahwa agenda kedepan ini adalah agenda menghidupkan Gus Dur. Kita tahu, bahwa ini bukan konsep yang sederhana tapi imajinasi masyarakat, imajinasi teman-teman semua tentang Gus Dur saya kira akan bisa menangkap apa yang saya maksud dengan menghidupkan Gus Dur,” kata Gus Yahya, saat diwawancarai di Gedung Seba Guna Universitas Lampung, Jumat (24/12/2021). 

Lebih lanjut, Gus Yahya menjelaskan, kehadiran yang dimaksud yakni membangkitkan kembali semangat Gus Dur sehingga strategi membangun NU lebih baik lagi yang dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Semua masyarakat NU jelas-jelas masih membutuhkan fungsi Gus Dur, membutuhkan peran Gus Dur, membutuhkan kehadiran Gus Dur maka kita harus berusaha untuk membangun strategi upaya NU sebagai organisasi bisa hadir laksana Gus Dur,” jelasnya. 

“Sehingga masyarakat, ketika merasakan apa yang di lakukan NU, layanan diberikan NU, masyarakat bisa merasakan kembali, seolah-olah Gus Dur hadir lagi diantara kita,” tambahnya. 

Meskipun ia mengaku hal tugas tersebut sangat berat untuk dijalankan. Namun, ia yakin dengan bekerja sama saling bahu membahu hal tersebut bisa tercapai. 

“Untuk memulai satu cara kerja sedemikian rupa sehingga kita semua bisa sungguh-sungguh bekerja bersama-sama, menyangga beban bersama-sama, bergerak seirama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi saya sangat berbesar hati,” imbuh Gus Yahya.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY