Tukar Guling Bermasalah, Pengelolaan PPLI B3 Dawarblandong Terancam Diambil Alih Pusat

0
115

Surabaya, Nawacita – Pengelolaan Pusat Pengolahan Limbah Industri (PPLI) Bahan Berbahaya Beracun (B3) di Desa Cendoro Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto milik Pemprov Jatim terancam diambil alih oleh pemerintah pusat. Sebab, Pemprov Jatim belum memperoleh izin operasional lantaran tukar guling lahan pengganti pengolahan limbah tersebut masih bermasalah.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Hidayat mengatakan, bahwa pemerintah pusat masih menunggu berkas tukar guling lahan tersebut diselesaikan. Sebab, beberapa warga di Kabupaten Bondowoso mengaku merasa belum memperoleh pembayaran ganti rugi lahan pengganti tersebut.

“Laporan yang kami terima, izin pengelolaan limbah B3 di Dawarblandong itu belum diserahkan ke Pemprov Jatim. Kendalanya adalah karena tukar guling di lahan di Bondowoso dan di Dawarblandong itu memang belum clear. Setelah kita gali informasi ternyata di Bondowoso ada yang merasa berhak menerima ternyata tidak menerima ganti rugi,” ungkap politikus asal Partai Gerindra, Senin ((29/11/2021).

Anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Mojokerto-Jombang itu berharap agar pemerintah serius untuk menyelesaikan ganti rugi lahan tersebut. Pasalnya, pembangunan PPLI Dawarblandong sudah berlangsung selama 2 tahun itu selama ini belum ada progress signifikan yang menunjukkan tanda-tanda pengelolaan limbah tersebut akan segera dioperasikan.

Hidayat khawatir kalau Pemprov Jatim belum menyelesaikan tukar guling tersebut maka pengelolaan PPLI Dawarblandong terancam diambil alih oleh pemerintah pusat.

“Dinas Lingkungan Hidup Jatim diperintahkan oleh pemerintah pusat untuk menyelesaikan ini. Selama ini belum clear maka pengelolaan limbah B3 tidak akan diserahkan kepada Pemprov Jatim,” tandasnya.

Dari pantauan DPRD Jatim beberapa waktu lalu, proses pembangunan PPLI Dawarblandong sendiri sudah mulai dilakukan. Saat ini tanah seluas 5 hektar telah dikeruk sedalam 8 meter. DPRD Jatim mendesak agar pembangunan lahan tersebut segera dikebut mengingat saat ini terjadi musim penghujan.

Sekedar diketahui, target beroperasi PPLI B3 Dawarblandong sendiri sudah molor hampir dua tahun. Awalnya, Pemprov Jatim menargetkan PPLI B3 tahap pertama di Mojokerto bisa dioperasikan akhir 2019. 

Pada tahap awal ini, lahan yang ditempati seluas 5 hektare dengan nilai investasi Rp 105 miliar. Rencananya, PPLI B3 di Desa Cendoro akan dibangun secara bertahap hingga mencakup wilayah seluas 50 hektare.

Selain limbah B3, fasilitas ini juga mengolah sampah rumah tangga. Pemprov Jatim menugaskan BUMD PT Jatim Grha Utama (JGU) untuk membangun dan mengoperasionalkan PPLI B3 tersebut.

Pembangunan tahap pertama PPLI B3 tahun ini baru akan mencakup lahan seluas 5 hektare milik Perhutani. Lahan tersebut dilakukan tukar guling oleh Pemprov Jatim. PT JGU telah mengantongi izin pemanfaatan lahan hutan jati tersebut. (tis)

LEAVE A REPLY