Laju Vaksinasi Menurun, DPR Ingatkan  Ancaman Gelombang  Ketiga Akhir Tahun

0
89
Netty Prasetiyani Aher, Anggota Komisi IX DPR RI (23/11/21).

Jakarta, Nawacita – Kementerian Kesehatan mencatat dalam tiga pekan terakhir, laju suntikan vaksinasi  Covid-19 mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebab turunnya laju vaksinasi dikarenakan masyarakat ragu dengan jenis vaksin selain Sinovac.

“Laju vaksinasi tidak lagi menyentuh 2 juta suntikan. Penurunan ini akan berdampak pada target capaian herd immunity, padahal kita masih sedang berlomba dengan transmisi virus,” kata Netty Prasetiyani Aher, Anggota Komisi IX DPR RI, kepada wartawan, Selasa (23/11/21)

Lebih lanjut, Netty meminta, agar pemerintah terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait vaksinasi. Sehingga target herd immunity dapat tercapai.

“Seharusnya ini dimitigasi sejak awal dengan memberi pemahaman kepada  masyarakat bahwa vaksin lain, seperti, AstraZaneca dan Pfizer, yang sudah mendapat EUA juga aman,” ucapnya.

Ia pun mengusulkan untuk pemerintah menggandeng pihak atau tokoh yang memiliki pengaruh besar agar tercipta kepercayaan ditengah masyarakat terhadap vaksinasi di Indonesia.

“Gandeng pihak-pihak yang memiliki pengaruh di tengah masyarakat. Jadikan mereka sebagai promotor yang secara tidak langsung bisa ‘menggaransi’ bahwa vaksin yang disuntikkan itu aman,” tegasnya.

Tak hanya itu, Netty juga mempertanyakan capaian target vaksinasi terhadap kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak dan lansia.

“Apakah target vaksinasi dengan sasaran  kelompok rentan seperti, ibu hamil, anak-anak dan lansia sudah tercapai semuanya? Begitu juga dengan vaksin untuk sekolah dan penderita komorbid? Pemerintah perlu melaporkan capaian ini,” ujar Netty.

Selain itu, ia pun mengingatkan pemerintah agar tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipasi, utamanya menghadapi agenda natal dan tahun baru.

“Meskipun ada klaim bahwa 80 persen penduduk telah terinfeksi varian Delta melalui vaksinasi, namun bukan berarti kita aman dari ancaman gelombang ketiga. Sebab imunitas alamiah yang terbentuk tidak bisa diandalkan  jika yang menyerang adalah strain virus  baru,” paparnya.

Langkah antisipasi yang harus diperhatikan pemerintah, kata Netty,  antara lain dengan memperhatikan pengetatan mobilitas penduduk,  menggenjot vaksinasi dan disiplin prokes.

“Jangan sampai masyarakat lengah dan lupa prokes karena merasa sudah aman, dan akibatnya kita menuai gelombang ketiga,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY