Muktamar NU Tertunda, PKB : Kami Tidak Ikut Campur

0
97
Jazilul Fawait Wakil Ketua Umum DPP PKB

Jakarta, Nawacita – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) didesak segera bersikap dalam membuat keputusan final kapan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) bisa digelar. Menyusul beredarnya kabar simpang siur antara ditunda atau tetap berlanjut.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menegaskan, partainya tak mencampuri masalah jadwal pelaksanaan Muktamar NU.

“Itu internal pengurus NU ya, jadi kami mendorong saja mana yang terbaik, ngikut aja mana yang jadi keputusan apa lagi PKB harus sami’na wa atho’na harus ikuti keputusan dari PBNU. Tidak akan intervensi waktunya kapan terserah pada muktamar itu sendiri dan PBNU,” kata Jazilul, saat diwawancarai di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/11/2021).

Lebih lanjut, Jazilul menyampaikan, apapun keputusan jadwal pelaksanaan muktamar NU, pihaknya akan mendukung sepenuhnya.

“Yang jelas PKB akan mendukung kapan pun muktamar diaadakan, yang menjadi keputusan dari PBNU,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut PKB tidak ikut campur terkait adanya kubu KH Said Aqil Siradj (SAS) versus KH Yahya Cholil Staquf (YCS). Yang mana, bergolaknya penentuan jadwal pelaksanaan muktamar NU membuat kedua kubu tersebut memanas.

Terhambatnya jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 NU setelah Pemerintah memutuskan PPKM Level 3 menjelang liburan Natal dan tahun baru. Semula, Muktamar ke-34 NU direncanakan pada 23-25 Desember 2021.

Hal ini menimbulkan suasana yang kurang kondusif. Tensi kontestasi para kandidat terpolarisasi pada dua kelompok besar, yaitu KH Said Aqil Siradj (SAS) dan KH Yahya Cholil Staquf (YCS), makin intens.

Kelompok SAS menginginkan Muktamar diundur pada akhir Januari 2022 agar sesuai dengan momen Harlah NU. Kelompok YCS menginginkan Muktamar dipercepat pada tanggal 17-19 Desember sebelum berlakunya PPKM.

Di sisi lain, empat orang yang akan memutuskan hal ini, yaitu Rais Am, Katib Am, Ketum dan Sekjen, sudah melakukan diasosiasikan dengan dua kelompok di atas. Namun kondisi tersebut hingga saat ini masih deadlock alias jalan buntu.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY