ProDEM Datangi Polda Metro Jaya Laporkan Erick dan Luhut Terkait Bisnis PCR

0
130

Jakarta, Nawacita – Aktivis ProDemokrasi (ProDEM) melaporkan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir ke Polda Metro Jaya terkait dugaan bisnis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Ketua Majelis Iwan Sumule mengatakan Luhut dan Erick dilaporkan terkait dengan Pasal 5 angka 4 UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

“ProDEM melihat bahwa berdasarkan hasil kajian dan dari kajian kami beranggapan, berpendapat bahwa Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dan Erick Thohir itu telah melakukan pengkhianatan terhadap cita-cita perjuangan reformasi,” kata Iwan Sumule, saat diwawancarai di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/11/2021).

Lebih lanjut, Iwan menilai Luhut dan Erick telah melakukan yang mengarah pada unsur soal kolusi dan nepotisme. Yang mana Luhut telah mengakui sebagai pendiri PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) merupakan salah satu korporasi penyedia layanan tes PCR dan antigen di Indonesia.

“Bagaimana juga Pak Erick sebagai Menteri BUMN dan wakil penanganan pemulihan ekonomi itu jelas bahwa yang mendapat proyek tes PCR itu adalah kakak kandung dari Erick Thohir, ada nepotisme Juga memiliki saham di PT GSI, sudah diungkap berbagai media dan diakui pak Luhut. Jadi jelas unsur kolusi dan nepotismenya,” paparnya.

Sebelumnya, eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto mengungkap dugaan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju yang terlibat bisnis tes PCR.

Edy menyebut para menteri itu terafiliasi dengan PT GSI yang merupakan penyedia jasa tes Covid-19. Beberapa yang disebut terlibat di antaranya, Luhut lewat PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Selain itu, ada nama Menteri BUMN Erick Thohir. Ia dikaitkan dengan Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan itu dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY