Interupsi F-PKS Tak Digubris Puan, Ternyata Bukan Soal Panglima TNI

Terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi

0
122

Jakarta, Nawacita – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) menjelaskan terkait interupsi salah satu anggotanya yang diketahui yakni Fahmi Alaydroes yang tidak ditanggapi Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna penetapan panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. 

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan interupsi yang akan disampaikan Fahmi Alaydroes terkait dengan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi. 

“Kalau tadi ada anggota fraksi PKS yang ngomong Interupsi, yaitu habib Fahmi Alaydroes, itu tidak ada kaitannya dengan panglima baru,” kata Jazuli saat konferensi pers di Ruang Fraksi PKS, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021). 

Sementara itu, Fahmi Alaydroes yang merupakan anggota Komisi X menjelaskan yang ingin disampaikan mengenai alasan mengapa Fraksi PKS mengkritisi Permendikbud itu. 

Awalnya, ia menilai maksud dan tujuan dari Peraturan Menteri tersebut untuk menghilangkan Kekerasan Seksual di dunia kampus. Namun peraturan tersebut tidak menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan perguruan tinggi. 

Oleh sebab itu, ia meminta agar Permendikbud dicabut atau segera direvisi maupun dilengkapi. 

“Sayangnya peraturan ini sama sekali tidak menjangkau atau menyentuh persoalan pelanggaran asusila yang sangat mungkin terjadi di lingkungan perguruan tinggi, termasuk praktek perzinahan dan hubungan seksual sesama jenis (LGBT),” jelas Fahmi. 

“Permendikbud ini harus sejalan dengan Pasal 31 UUD 1945 yang menugaskan Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya. 

Sebelumnya, dalam rapat paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2021-2022, Senin (8/11), anggota DPR dari Fraksi PKS Fahmi Alaydroes meminta interupsi pada Ketua DPR Puan Maharani. 

Namun, interupsi tersebut akhirnya gagal lantaran Puan Maharani tak menghiraukannya. 

“Intrupsi pimpinan, pimpinan saya minta waktu pimpinan mohon saya minta waktu,” kata Fahmi.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY