Mengenal Bahaya Microsleep saat Berkendara

0
119

Jakarta, Nawacita – Salah satu penyebab kecelakaan fatal di jalan raya yang perlu diwaspadai yakni microsleep saat berkendara. Kondisi ini biasanya dialami pengendara yang kurang tidur atau kelelahan. Di luar itu, microsleep juga rawan terjadi di jalan raya tanpa hambatan atau tol yang lengang.

Apa itu microsleep? 

Microsleep adalah sesi tidur singkat yang hanya berlangsung kurang dari 30 detik. Saking singkatnya, sejumlah orang yang mengalami microsleep kerap tidak menyadarinya. Otak manusia umumnya baru bisa mengingat sesi tidurnya setelah istirahat lelap setelah satu menit.

Tanda microsleep saat berkendara

Melansir beberapa sumber, Anda kemungkinan mengalami microsleep apabila:

  • Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
  • Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
  • Menguap terus-menerus
  • Kelopak mata sangat berat
  • Mata berkedip berlebihan
  • Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
  • Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur

Waspadai tanda microsleep saat berkendara di atas. Terkadang, ada orang yang mengalami masalah tidur ini tanpa menutup mata. Jika Anda merasa mengalaminya, segera tepikan kendaraan dan istirahat sejenak.

Bahaya microsleep saat berkendara

Melansir Healthline, AAA Foundation for Traffic Safety memperkirakan sebanyak 16,5 persen kecelakaan fatal di jalan raya disebabkan pengemudi yang mengantuk, termasuk microsleep. Temuan sejenis disampaikan National Highway Traffic Safety Administration AS. Otoritas setempat menyebutkan, kira-kira 6.000 kecelakaan fatal terjadi setiap tahun karena pengemudi mengantuk. Microsleep saat berkendara sangat berbahaya bagi pengemudi dan mengancam keselamatan penumpang. Pasalnya, ketika mata terpejam selama tiga detik dan kendaraan melaju dengan kecepatan 96 kilometer per jam, kendaraan bisa keluar jalur sampai nyaris 100 meter.

Cara mencegah microsleep saat berkendara

Untuk mencegah bahaya microsleep saat berkendara, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Tepikan kendaraan secara berkala sebelum merasa mengantuk, gunakan kesempatan ini untuk menggerakkan badan atau melakukan peregangan
  • Istirahat secara berkala ketika Anda harus berkendara jarak jauh, pejamkan mata atau upayakan tidur singkat selama 20 menit sampai 30 menit
  • Jika punya kecenderungan microsleep, upayakan jangan berkendara sendirian. Ajak orang lain agar ada teman bicara di sepanjang jalan. Percakapan dapat membangunkan sel otak, mempercepatan pernapasan, dan memompa oksigen ekstra ke aliran darah, sehingga pengendara tidak gampang mengantuk
  • 30 menit sebelum berkendara, minum asupan berkafein seperti kopi atau teh Apabila ada rencana berkendara jauh, pastikan pengendara tidur berkualitas minimal tujuh jam.

 

kmps

LEAVE A REPLY