Fahri Hamzah Ingatkan Gus Yaqut: Kemenag Lembaga Negara Bukan Lembaga Agama

0
199

Jakarta, Nawacita – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau biasa di sapa Gus Yaqut menuai kritik dari berbagai kalangan, kali ini Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah angkat suara terkait pernyataan tersebut.

Ia mengingatkan kepada Gus Yaqut bahwa Kementerian Agama merupakan lembaga negara, yang memiliki pertanggung jawaban yang jelas. Serta memiliki tugas untuk merangkul seluruh umat beragama di Indonesia.

“Saya ingatkan Kemenag bukan lembaga agama itu lembaga negara, pakai APBN, pertanggung jawabannya harus jelas. Justru sebagai Menag, harusnya memperbaiki maladministrasi dan malpraktek korupsi yang ada di Kemenag. Itu tugas besarnya,” kata Fahri, saat diwawancarai, di Gedung Nusantara III DPR RI, Senin (25/10/2021).

Lebih lanjut, Fahri juga menilai maksud Gus Yaqut mungkin ingin menghibur santri atau para kiai dalam forum internal, namun pernyataan tersebut malah tersebar ke publik dan menuai kontra.

“Saya bilang itu kemungkinan forum internal, ingin menghibur para kiai, ingin menghibur santri, mungkin. Tapi karena bocor ke publik dia harus klarifikasi bahwa itu basa basi dia depan para kiai kan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi ucapannya mengenai Kemenag merupakan hadiah negara bagi Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Menag Yaqut Cholil Qoumas, ucapannya mengenai Kementerian Agama hadiah negara untuk NU semata-mata untuk memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal.

“Pertama, saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren,” ujar Yaqut di Solo, Senin (25/10).

Yaqut mengatakan pernyataan itu hanya di forum internal yang seharusnya tidak menjadi masalah, sebab tujuannya hanya memberikan motivasi kepada para santri saja. Bahkan, ia mengibaratkan pernyataannya seperti pasangan suami-istri yang mengatakan bahwa dunia milik berdua.

“Itu sama, kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ‘ngekos’, salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal,” kata dia.

Menag memastikan bahwa Kemenag tidak hanya untuk NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY