Krisis Energi di China, Xi Jinping Darurat Stok Batu Bara

0
220

Jakarta, Nawacita – Krisis listrik parah mengguncang sejumlah wilayah industri China. Akibatnya pemerintah menghadapi tekanan dari warga untuk meningkatkan impor batu bara agar lampu tetap menyala, pabrik tetap buka, dan pasokan air mengalir.

Dilansir dari Reuters, kekurangan listrik akibat pasokan batu bara yang menipis salah satunya terjadi di provinsi Jilin. Ini melumpuhkan sebagian besar industri di wilayah tersebut.

“Beberapa saluran perlu disiapkan untuk menjamin pasokan batu bara, dan China harus mendapatkan lebih banyak dari Rusia, Mongolia dan Indonesia,” kata Gubernur Provinsi Jilin, Han Jun, Senin (27/9/2021).

Han juga mengatakan provinsi tersebut akan segera mengirimkan tim khusus untuk mengamankan kontrak pasokan di wilayah tetangga Mongolia Dalam. Demikian sebagaimana dikutip akun media sosial resmi WeChat provinsi tersebut.

Laporan media arus utama dan media sosial memuat informasi kurangnya daya listrik membuat lampu lalu lintas, lift perumahan dan jangkauan telepon seluler 3G mati hingga memicu penutupan pabrik.

Kekurangan listrik dapat mengganggu pasokan air kapan saja. Bahkan, beberapa toko di sana dioperasikan dengan cahaya lilin dan mal tutup lebih awal.

Kota-kota seperti Shenyang dan Dalian juga terpengaruh. Ada gangguan di pabrik-pabrik yang dimiliki oleh pemasok perusahaan global seperti Apple dan Tesla. Jilin adalah salah satu dari lebih dari 10 provinsi yang terpaksa menjatah listrik karena naiknya harga batu bara.

Gubernur Han mendesak perusahaan untuk memenuhi “tanggung jawab sosial” mereka dan “mengatasi kesulitan” yang disebabkan oleh kenaikan harga batu bara.

Dewan Listrik China, yang mewakili pemasok listrik negara itu, mengatakan bahwa perusahaan listrik tenaga batu bara kini “memperluas saluran pengadaan mereka dengan biaya berapa pun” untuk menjamin panas musim dingin dan pasokan listrik.

Dikatakan China perlu meningkatkan produksi dan pasokan batu bara sambil menjamin keselamatan dan perlindungan lingkungan. Lebih banyak kontrak jangka menengah dan panjang perlu ditandatangani untuk meningkatkan persediaan pembangkit listrik menjelang musim dingin.

Di sisi lain, Goldman Sachs memperkirakan sebanyak 44% aktivitas industri China telah dipengaruhi oleh kekurangan listrik, yang berpotensi menyebabkan penurunan pertumbuhan PDB tahunan pada kuartal ketiga.

Dikatakan dalam sebuah catatan yang diterbitkan Selasa bahwa mereka memangkas perkiraan pertumbuhan PDB 2021 untuk China menjadi 7,8%, dari sebelumnya 8,2%.

Sumber : CNBC

 

LEAVE A REPLY