Presiden Ajak Kadin dan HIPMI Bahas Ekonomi Bangsa di tengah Pandemi

0
301
Presiden Joko Widodo bersama asosiasi pengusaha yang diwakili Kadin, HIPMI dan sebagainya, Rabu (8/9/2021).

Jakarta | Nawacita – Presiden Joko Widodo menerima perwakilan para ketua asosiasi di bidang ekonomi dan bisnis, Rabu, 8 September 2021, di Istana Negara, Jakarta. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Kadin Arsjad Rasyid dan Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming.

Ketua Kadin Arsjad Rasyid didampingi Ketum HIPMI Mardani H Maming di Istana Negara, Rabu 8/9/2021.

Di hadapan para pengusaha, Presiden Joko Widodo menyampaikan perkembangan terkait penanganan Covid-19 di Tanah Air yang mengalami perbaikan. Meski demikian, Presiden menyadari bahwa Ekonomi Bangsa ini juga penting namun juga meminta para pengusaha untuk tetap waspada.

“Ini saya hanya cerita ini untuk memberikan optimisme kepada Bapak-Ibu sekalian, bahwa posisi kita sudah seperti ini, tetapi juga jangan senang-senang dulu, jangan euforia. Bekerja, ya tapi jangan terlalu euforia,” ujar Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa Presiden Jokowi meminta para pelaku ekonomi dan bisnis di Tanah Air untuk membantu pemerintah mengingatkan kepada masyarakat bahwa pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Pandemi Covid belum berakhir dan diminta agar seluruh masyarakat untuk terus waspada, dan diminta kepada pemimpin-pemimpin perusahaan, para CEO, para asosiasi, dan Kadin untuk juga mengingatkan,” ucap Menko Airlangga dalam keterangannya usai mendampingi Presiden.

Menurut Airlangga, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara bergantung pada penanganan Covid-19 negara tersebut. Walaupun penanganan Covid-19 di Indonesia sudah mengalami perbaikan, para pelaku ekonomi dan bisnis di Tanah Air tidak boleh lengah dan menjaga agar penyebaran Covid-19 tetap terkendali.

“Ini harus dijaga terus karena pertumbuhan ekonomi berbanding terbalik dengan penanganan Covid. Jadi kalau Covid-nya tinggi maka ekonominya akan rendah. Sebaliknya, apabila Covid-nya rendah, ekonominya akan menggeliat,” imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, para pengusaha menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ekonomi dan bisnis. Mulai dari relaksasi restrukturisasi kredit perbankan, kenaikan biaya logistik, hingga bantuan fiskal untuk para pengusaha yang bergerak di sektor ritel.

Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji kembali regulasi terkait sehingga menjadi lebih fleksibel dan berharap para pengusaha akan terus semangat untuk meningkatkan kegiatan usahanya sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat ikut meningkat.

“Kita mendorong para pengusaha ini untuk terus meningkatkan kegiatan ekonominya sehingga angka pengangguran bisa kita turunkan,” ucap Airlangga.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Selain Kadin dan HIPMI, hadir juga Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, dan Ketua Umum Aprindo Roy Mandey. bpmi

LEAVE A REPLY