Terjunkan Kader PKK tingkat Desa, Arumi Bachsin Dorong Percepatan Herd Imunity di Jawa Timur

0
124

BOJONEGORO, Nawacita 2 September 2021 – Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 kepada 40 penyandang Disabilitas di Puskesmas Kapas dan Puskesmas Balen, Kab. Bojonegoro, Kamis (2/9).

Istri Wakil Gubernur Jatim itu mengatakan, PKK Provinsi Jatim akan terus berkoordinasi dan menerjunkan kader PKK di tingkat desa untuk menyampaikan stigma positif soal program vaksinasi harus dilakukan agar tercipta kekebalan tubuh (herd immunity).

Arumi meyadari, karakteristik masyarakat di Jatim yang sangat kompleks dan heterogen. Itulah yang harus terus dibangun, diberikan informasi, kesadaran dan pemahaman pentingnya program vaksinasi untuk terus digencarkan pemerintah.

Menurutnya, herd immunity tidak akan bisa tercapai jika masih terdapat masyarakat yang belum percaya bahwa vaksin itu aman, halal dan dapat membentuk kekebalan tubuh seseorang dari Covid-19.

“Kita bersyukur capaian vaksinasi di Jawa Timur terus meningkat dan tertinggi diantara provinsi lain di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semua pihak di lapangan telah bekerja keras membasmi stigma stigma negatif yang muncul ditengah tengah masyarakat sehingga mereka akhirnya bersedia di vaksin,” ungkapnya.

Peran Kader PKK di desa, tambah Arumi, sangatlah penting untuk bersama-sama turun dan membantah stigma negatif dan menyampaikan data-data yang positif agar masyarakat bersedia di vaksin.

TP PKK Jatim, lanjutnya, juga menyiapkan suatu program dan wadah yang diperuntukkan bagi seluruh kader yang bertujuan untuk mendiskusikan setiap persoalan masyarakat melalui virtual termasuk program vaksinasi. Program ini akan membantu para kader yang lebih banyak turun menghadapi persoalan masyarakat di lapangan.

“Peran kader PKK di tingkat bawah atau desa sangatlah penting untuk membantah stigma negatif melalui data awal ketika Covid-19 masuk ke Indonesia, kemudian penerapan protokol kesehatan secara ketat di perkuat melalui proses vaksinasi sehingga dapat membentuk herd immunity yang baik,” terangnya.

Secara khusus, Arumi menyebut, kedatangannya meninjau dan menyaksikan langsung pemberian vaksin kepada penyandang disabilitas di Bojonegoro ini adalah untuk memberikan dukungan dan motivasi.

Arumi melihat, para penyandang disabilitas yang akan di vaksin harus dipastikan kesehatannya dan dipantu seluruh proses dari rumah menuju ke puskesmas. Keterbatasan dari para penyandang disabilitas itulah yang layak diberikan apresiasi untuk melaksanakan vaksinasi.

“Hari ini kami datang memastikan seluruh proses pemberian vaksinasi bagi penyandang disabilitas berjalan baik dan lancar. Kedatangan kami memberikan dukungan kepada disabilitas karena keterbatasan mereka untuk datang langsung ke puskesmas patut diberi apresiasi,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY