Ratusan Relawan Satgas Covid-19 Dapat Perlindungan Sosial dari BPJAMSOSTEK Surabaya

0
224

Surabaya, Nawacita – BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa memberikan perlindungan sosial ketenagakerjaan kepada 500 Relawan Satgas Covid-19 Surabaya.Ratusan relawan itu nantinya akan menjalankan tugasnya lebih tenang, karena resiko kecelakaan kerja dan kematian yang bisa terjadi sewaktu-waktu pada mereka, akan diambil alih BPJAMSOSTEK.

Menurut Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa,  Indra Iswanto, jaminan perlindungan untuk ratusan relawan Covid-19 itu diberikan atas dukungan Yayasan Samara Satu Tawa. “Kami berharap, seluruh relawan yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Surabaya  yang jumlahnya mencapai ribuan itu nantinya, seluruhnya akan terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan,’ ujarnya di Balai Kota Surabaya, Jum’at (20 Agustus 2021).

Perlindungan bagi para relawan itu sangat penting karena mobilitas mereka sangat tinggi untuk memberi pelayanan kepada para masyarakat yang sedang terpapar Covid-19. Peranan mereka, kata Indra, juga sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya.

Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Ikhsan, kasus Covid-19 di Kota Surabaya pada Agustus ini sudah jauh menurun dibanding dua bulan sebelumnya. “Kami sudah menyediakan rumah sehat di setiap RT/RW/Kelurahan dan kecamatan, yang ternyata sangat efektif untuk menekan penyebaran virus tersebut,” ujarnya.

Sesuai kebijakan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, warga Surabaya yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 tanpa ada gejala klinik, tidak boleh menjalani isolasi mandiri di rumah. Semuanya harus masuk rumah sehat yang ada di sekitarnya, supaya virusnya tidak menular kepada anggota keluarga dan tetangganya di sekitar rumah yang bersangkutan.

Mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah sehat itu akan mendapat layanan, terutama dari para relawan di Kota Surabaya yang jumlahnya mencapai ribuan orang tersebut. “Jadi kami sangat terbantu sekali oleh kehadiran para relawan tersebut, ujar Ikhsan.

Sementara, Ketua Yayasan Samara Satu Tawa, Hendra mengaku tergerak untuk ikut melindungi para Relawan Satgas Covid-19 mengingat perannya yang sangat besar tersebut. Selaku organisasi nirlaba yang diback oleh para pebisnis, yayasan ini sangat peduli pada dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19.

Para pebisnis yang tergabung dalam Ciputra Enterpreuner Club itu, memberi pelatihan pada para korban pandemi, terutama kalangan pekerja yang terkena PHK,  dan pelaku UKMK agar bisa bangkit kembali dari ketidakberdayaan. “Kami fokus pada coaching. Tapi kami juga membantu memberi perlindungan pada para Relawan Satgas Covid-19, termasuk membantu obat-obatan masker minuman dan sebagainya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, BPJAMSOSTEK Surabaya Karimunjawa menyerahkan santunan jaminan kematian penyakit akibat kerja untuk para ahli waris nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19. Ahli waris almarhum Deni Chrismono Raharjo yang karyawan RS Jiwa Menur Surabaya misalnya mendapatkan total santunan sebesar Rp180,2 juta.

Sedangkan santunan untuk ahli waris almarhum Suroso yang bekerja di Garda Utama Nasional itu totalnya sebesar Rp207,8 juta dan untuk ahli waris almarhumah Uut Trisnawati sebesar Rp217,4 juta. “Sesuai SK Direksi, pekerja nakes yang meninggal dunia terkait dengan urusan pekerjaan seperti terpapar Covid-19, masuk kategori kecelakaan kerja,” ujarnya.

Dny

LEAVE A REPLY