Survey Capres dan Parpol Sebaiknya Tunggu Covid-19 Selesai

0
134
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid

Jakarta, Nawacita – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai hasil survey terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 akan menimbulkan gejolak politik. Menurutnya, di masa sulit seperti ini yang dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar kasus Covis-19 dapat segera diatasi.

“Hasil survey itu memancing adanya gejolak politik. Dengan mengatakan bahwa pemerintah ini tingkat kepercayaannya sudah sekian-sekian itu saya maksud. Yang diinginkan oleh masyarakat justru hari ini adalah kegotong-royongan,” kata Jazilul, dalam diskusi yang disiarakan secara virtual, Sabtu (14/8/2021).

Gus Jazil sapaan akrabnya ini menegaskan dalam penanganan pandemi yang dibutuhkan masyarakat yakni solusi terbaik dari pemerintah, agar pergerakan perekonomian dapat berjalan normal.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hasil survey, para peneliti dunia kampus selalu ngomong bahwa masyarakat saat ini tidak membutuhkan pasang baliho, sosialisasi termasuk juga tidak butuh hasil survey. Yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang adalah pandemi bisa ditanggulangi,” tegasnya.

Sebelumnya, Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei terbaru mengenai kepuasan masyarakat terhadap penanganan pandemi Covid-19, khususnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Indonesia.

Hasilnya, mayoritas publik ternyata tidak puas dengan kebijakan PPKM Darurat. Hanya ada 14 persen responden yang merasa puas, sementara 67 pesen menyatakan tidak puas, dan 19 persen sisanya ragu-ragu.

“Dalam evaluasi penanganan pandemi secara umum belum memuaskna publik, apalagi dengan program PPKM Darurat. Temuan IPO cukup mengkhawatirkan karena sangat menurun dibandingkan dengan hasil penelitian IPO di April 2021,” kata Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra dalam diskusi virtual, Sabtu (14/8/2021).

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY