Layanan Vaksin Gotong Royong di Kimia Farma Ditunda

0
132
Petugas menyiapkan sarana dan prasarana untuk menggelar vaksinasi Covid-19 berbayar di Klinik Kimia Farma Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (11/7/2021). Mulai Senin (12/7/2021), Warga Negara Indonesia (WNI) dapat melakukan vaksinasi berbayar di sejumlah klinik Kimia Farma. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 individu tersebut merupakan upaya untuk mempercepat penerapan vaksinasi gotong royong. Program tersebut dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan vaksinasi Covid-19 yang mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir. Sementara, Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan, pada tahap awal, layanan vaksinasi Covid-19 individu akan tersedia di 8 klinik yang berada 6 kota di Jawa dan Bali. BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

Jakarta, Nawacita – Program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu yang semula direncanakan akan dimulai hari ini, Senin (12/7) ditunda untuk sementara waktu. Hal itu diungkapkan Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro.

Terkait pembatalan tersebut, Ganti mengatakan, penundaan pelaksanaan vaksinasi berbayar ini hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya,” kata Ganti, dalam keterangan tertulis, Senin (12/7/2021).

Ganti menjelaskan, keputusan tersebut diambil lantaran tingginya respon dari berbagai pihak terkait pelaksanaan vaksinasi individu.

“Besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat Manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” jelas Ganti.

“Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd Immunity) yang lebih cepat di Indonesia,” sambungnya.

Sebelumnya, melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 mengatur penetapan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Dalam aturan tersebut, tertera harga vaksin per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910 sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Kimia Farma Diagnostik Agus Chandra dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Minggu (11/7) menyatakan layanan vaksin berbayar di sejumlah klinik tidak untuk mengejar keuntungan alias tujuan komersial.
Ia menyebut, pelaksanaan program vaksinasi individu dari Kimia Farma dilakukan guna mempercepat penerapan vaksinasi nasional pemerintah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jika harga vaksin per dosis dalam program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) individu sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Harga vaksin untuk VGR individu/perorangan sama dengan harga vaksin untuk VGR badan usaha/badan hukum, yaitu sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, termasuk tarif layanan penyuntikannya,” imbuh Agus.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY