DRP RI Desak Pemerintah Jelaskan Terkait Kebijakan Harga Vaksinasi Gotong Royong

0
91

Jakarta, Nawacita – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyebut dirinya dan anggota DPR lainnya belum mendengar secara langsung terkait penjualan vaksin melalui Kimia Farma. Ia mengaku selama ini hanya mendengar bahwa vaksin gotong royong hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak para pekerja.

Oleh karena itu, vaksin gotong royong tidak dijual ke individu. Vaksin gotong royong dibiayai oleh perusahaan sebagai perwujudan dari tanggung jawab sosial.

“Kami baru mendengar hal ini dari media. Makanya, kami juga heran. Di group anggota komisi IX, hal ini sempat diperbincangkan dan dipertanyakan,” kata Saleh kepada wartawan, Minggu (11/7/2021).

Dalam konteks ini, DPR RI khususnya Komisi IX mendesak agar pemerintah memberikan penjelasan terkait kebijakan tersebut. Pasalnya, dasar dari pelaksanaan vaksinasi adalah gratis. Artinya, setiap orang tidak dipungut biaya untuk divaksin.

“Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas,” ujar Ketua Fraksi PAN itu.

Selain itu, perlu juga dijelaskan soal mekanisme pelaksanaan vaksinasi itu. Siapa yang akan menjadi vaksinatornya, siapa yang akan memonitor mereka yang telah divaksin. Karena, setiap orang yang divaksin harus terus dievaluasi kondisinya.

“Harus diakui bahwa KIPI masih selalu ada. Itu perlu diawasi dan dimonitor. Nah, apakah mekanisme pembelian vaksin di Kimia Farma ini juga akan dievaluasi dan diawasi? Bagaimana koordinasinya dengan komnas/komda KIPI?,” imbuhnya.

Untuk diketahui, melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4643/2021 mengatur terkait penetapan besaran harga pembelian vaksin produksi Sinopharm melalui penunjukan PT Bio Farma (Persero) dalam pelaksanaan pengadaan vaksin Covid-19 dan tarif maksimal pelayanan untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Dalam aturan tersebut, tertera harga vaksin per dosis Rp321.660 ditambah dengan harga layanan Rp117.910 sehingga harga per dosis vaksin yang dibebankan kepada penerima manfaat seharga Rp439.570 per dosis.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY