Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dukung Langkah Menteri BUMN dalam Penanganan Covid-19

0
115

Jakarta, Nawacita – Dalam seminggu ini Komisi VI DPR RI rapat dengan Holding RS BUMN dan Holding BUMN Farmasi terkait penanganan kelangkaangan obat atau vitamin dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR RI Martin Manurung meminta agar sektor BUMN menjadi garda terdepan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi saat ini.

“Kita menginginkan agar kedua sektor BUMN ini mengambil posisi sebagai garda terdepan, diantaranya untuk meningkatkan jumlah tempat tidur dan peralatan medis, serta meningkatkan produksi obat-obatan dan vitamin guna menekan kelangkaan saat kebutuhan yang tinggi di masa darurat,” kata Martin, dalam rapat kerja dengan Kementerian BUMN secara virtual, Kamis (8/7/2021).

Selain itu, Martin juga mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah Kementrian BUMN dan Menteri BUMN Erick Tohir yang sudah mengutarakan 3 opsi yang akan ditempuh terkait penanganan Covid-19.

Opsi tersebut diantaranya aksi Korporasi, dukungan dari BUMN lain yang terkait untuk solusi jangka pendek dan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk solusi jangka menengah dan panjang.

“Kita perlu merumuskan dukungan seperti apa yang bisa kita berikan ke Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dan BUMN farmasi, baik itu PMN ataupun konsolidasi BUMN lainnya, atau memang lakukan aksi koorporasi untuk menambah kapasitas. Apapun mekanisme itu, mari kita dukung,” tegas politikus Partai NasDem itu.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan jika kementerian yang ia pimpin selalu mendukung langkah-langkah kementerian yang khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Kita ingin mensupport kementerian terutama yang menangani Covid-19, baik Wisma Atlet, pengadaan obat-obatan maupun vaksinasi,” kata Erick Thohir.

“Terkait opsi-opsi dalam waktu singkat, bisa kita lakukan dengan konsekuensinya kita sepakati,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (6/7)  Direktur Utama Pertamedika IHC Fathema Djan Rachmat menyampaikan rencana pembangunan RS Modular yang memiliki kapasitas 500 tempat tidur dan ditargetkan rampung dalam waktu empat pekan ke depan.

“Yang akan kita bangun bersama-sama nantinya ini Pak, 500 bed lagi dengan 200 tempat tidur untuk ICU dan 300 isolasi. Diharapkan 500 bed ini selesai dalam empat minggu,” papar Dirut Pertamedika IHC Fathema.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY