Risma Jemput Penyandang Disabilitas Berwirausaha di Sentra Kreasi ATENSI

0
299
Mensos Tri Rismaharini di Cibinong Bogor, Sabtu (12/6/2021). foto : alma/nawacita

Bogor, Nawacita – Kementerian Sosial RI semakin serius memberdayakan para peyandang disabilitas agar hidupnya semakin baik. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kemensos mendirikan balai rehabilitasi penyandang disabilitas Sentra Kreasi ATENSI (SKA) di Ciungwanara, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Disini penyandang disabilitas akan dilatih berwirausaha, dan bila rumahnya jauh, ada fasilitas penjemputan.

Menteri Sosial Tri Rismaharini berharap peresmian balai ini mampu memberdayakan kaum disabilitas. Bagaimana merehabilitasi, konsep kita adalah sampai mereka berdaya. Ditempat ini, penyandang disabilitas akan dilatih berwirausaha. “Bentuknya macam-macam ada yang bentuknya fisik, ada seni, ada batik, ada makanan dan sebagainya. Itulah kemudian kenapa kita buat sentra kreasi,” kata Risma, saat diwawancarai di Balai Rehabilitasi, Cibinong, Bogor, Sabtu (12/6/2021). Peresmian SKA itu juga dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, Bupati Bogor Ade Yasin beserta jajaran Kementerian Sosial.

Risma menjelaskan, dalam SKA nantinya para penyandang disabilitas akan diberikan bekal untuk mereka berwirausaha mulai dari cara mengolah, packaging, branding hingga bagaimana nanti mereka memasarkan produk yang mereka hasilkan. Sehingga mereka bisa bangkit ditengah keterbatasan juga disituasi pandemi Covid-19 yang belum juga pulih.

“Semuanya kita berikan, jadi seperti biasanya Sabtu-Minggu ada pelatihan bagaimana memasarkan, kemudian bagaimana membuat packaging yang bagus, kemudian membuat branding yang bagus itu kita lakukan terus perbaikan-perbaikan itu, dan itu terus kita lakukan, setiap Minggu,” jelasnya.

Selain itu, mantan Wali Kota Surabaya ini juga menyampaikan jika tidak ada batasan bagi penyandang disabilitas untuk belajar di Sentra Kreasi ATENSI Ciungwanara ini. Bahkan dia mengungkapkan jika ada salah satu penyandang disabilitas yang dia jemput dengan menempuh jarak empat jam.

“Tidak ada penyaringan, silahkan masyatakat datang kesini atau kita temukan. Teman-teman media sering menginformasikan ke kami, sebetulnya bukan ke kami jadi ditemukan media kemudian kita tangkap dan kita assement dan kita tindak lanjuti,” paparnya.

Lebih lanjut, dia berharap agar pemerintah daerah dapat membantu Sentra Kreasi ATENSI ini untuk perizinan produk-produk yang dihasilkan. Agar produk tersebut dapat diperjual belikan lebih meluas lagi.

“Harapan kita sebetulnya peran serta nanti  proses izin-izin yang di sini (SKA Ciungwanara) kan di sini, jadi kita harapkan bantuan dari pemerintah daerah minimal membantu proses perizinan, alhamdullilah kalau gratis,” pungkasnya sambil tertawa.

Penulis: Alma Fikhasari

LEAVE A REPLY